Pagi ini, Adnan kembali terbangun. Kantung matanya semakin menghitam di bawah mata. Ia sangat terlihat berantakan. Sudah tiga malam ini ia tidak bisa tertidur nyenyak. Ia jadi sering mengingat Arraya dan juga memimpikan tentang gadis itu. Adnan masuk ke dalam toilet dan menatap dirinya yang berada di dalam cermin. Mengenaskan! Adnan terlihat mengenaskan. Wajahnya terlihat lusuh, seperti tak dirawat berhari-hari. Rupanya, gadis bernama Arraya itu bisa memporak-porandakan hati dan hidupnya. Tiga hari ia tak bisa menemui Arraya, dan tiga hari itu pula Adnan merasa hancur. Nyawanya seolah mengambang di dalam tubuhnya. Ia bernyawa tapi merasa tak bernyawa. Sarapan yang dibuatkan Bi Ira selalu ia tolak. Ia bahkan sudah memecat 2 karyawannya hanya karena masalah sepele. Temperamennya jadi ser

