22 | Di Bawah Gelapnya Langit

1337 Kata

Adnan melangkah keluar dari rumah Raya dengan perasaan yang sulit untuk dijabarkan. Di lain sisi ia senang karena bisa melihat Arraya, ia senang bisa menggenggam tangan yang selama ini ia selalu abaikan, ia juga senang karena bisa mengungkapkan perasaannya walaupun gadis itu tertidur dan ia hanya bicara seorang diri. Tapi tak bisa dipungkiri jika Adnan juga pergi dalam keadaan kecewa yang teramat dalam. Adnan membenci dirinya sendiri. Ia seperti lelaki yang tak punya iman, yang tak tahu bagaimana caranya memperlakukan wanita dengan baik. Adnan jadi teringat ucapan ibundanya, yang kecewa jika seandainya ada di posisi Arraya saat ini. Kaki Adnan berhenti berjalan setelah ia melangkah cukup jauh dari rumah Arraya. Ia mendongakkan kepalanya, menatap pekatnya angkasa yang jauh di atasnya. Ia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN