Mungkin ini adalah pertama kalinya Arraya menampakkan binar bahagia di wajahnya sejak kehilangan Luthfi. Bulan sabit tergambar di lekung matanya. Garis pipinya terlihat karena ia tersenyum kala membayangkan apa yang baru saja terjadi antara dirinya dengan Adnan. Arraya melirik arlojinya. Berkat Adnan, ia tidak terlambat. Suaminya itu mengantarkan dirinya hingga sampai selamat di depan perusahaan. Suaminya itu juga tersenyum padanya, melambai padanya, dan mencium bibirnya hingga Arraya sulit mengendalikan bibirnya untuk tidak tersenyum. "Kamu terlihat begitu bahagia setelah membuat seisi kantor ini mengkhawatirkan dirimu." Muaz menertawakan dirinya sendiri. Padahal tidak sampai lebay seisi kantor mengkhawatirkan Arraya, hanya saja ia memang merasa sangat khawatir. Mendengar suara pria ya

