41. Takdir yang Mempertemukan

1394 Kata

Setelah cukup lama tak pernah mengunjungi pamannya, hari ini Delon tertarik melakukannya. Yang lalu biarlah berlalu. Dia tak mungkin marahan dengan pamannya lama-lama. Apalagi yang menjadi subyek kemarahan mereka telah tiada. Hati Delon masih sedih bila mengingat gadis itu. Menik yang malang!            Delon menemukan pamannya tengah termenung sembari menatap foto Menik di ponselnya, foto yang diam-diam diambil Alfonzo saat gadis itu tertidur dengan mulut ternganga. Memang bukan pose yang cantik, tapi sangat manis di mata Alfonzo. Pria itu mengusap wajah Inul di layar ponselnya.            “Sepertinya Paman belum melupakannya,” cetus Delon datar.            “Tak akan! Kamu telah melupakannya?”            Delon diam, tak mau menjawabnya karena serba salah pada pamannya.            Alf

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN