Saphira melangkahkan kakinya dengan malas. Dia harus pergi, bahkan sebelum makanannya habis. Dia harus segera pulang dan menemui kedua pria itu. Dia harus membuat alasan apa pada teman-temannya? “Kamu kenapa? Sakit?” Al menanyakan hal itu padanya. Sepertinya, dia telah menyadari. Bahwa Saphira telah bersikap tidak seperti biasanya. “Ah, iya, aku sedikit tidak enak badan. Sepertinya, aku harus segera pulang.” Jawaban yang diberikan Saphira, membuat beberapa temannya mengeluh. “Makananmu saja masih belum habis, ayolah!” pinta salah satu dari mereka. “Dia sedang tidak enak badan, biarkan dia pulang. Ayo, aku antar!” ucap Al. Dia dengan segenap hati ingin mengantarrnya. Tapi, Saphiira menolaknya dengan tegas. Karena, dia masih sangat mengingat dengan jelas. Tidak ada satu pun dari tema

