“Lo belum transfer uang untuk gue, Cal!” “Gue belum punya uang, Fik!” “Alah bohong! Lo kan anak orang kaya, enggak mungkin lo enggak punya uang!” “Gue udah udah berubah sekarang, Fik! Gue aja sekarang kerja!” “Kalo gitu sini gaji lo! Ingat ya Cal lo sendiri yang janjiin sama gue uang dan gue enggak bakal-bakal ngapain Laras!” Laras dan Diandra yang sedari menguping tidak jauh dari mereka terkejut. Mata keduanya membulat, apalagi Laras yang mendengar itu semua secara langsung. Lelaki itu Taufik, lelaki yang pernah menjadi pacar Laras. Lelaki yang dijodohkan Calya untuknya. Gadis dengan rambut ekor kuda itu menghela nafasnya panjang. Tangannya mengusap wajahnya kasar, sebuah dinding tak bersalah menjadi bahan pelampisannya. Bug! Diandra yang mendengar itu meneguk ludahnya pelan melihat

