"Sudah berapa lama kita tidak ke sini, Tuan?" Gio berjalan mengikuti langkah kaki Darren yang memasuki kelab malam. Suara musik dan kepulan asap rokok langsung terendus hidungnya. Gio awalnya tidak nyaman berada di sini, tapi lambat laun dia mulai terbiasa. Setidaknya, di sini tidak separah kelab malam lainnya. "Moza tidak memberiku izin untuk pergi," gumam Darren sambil terkekeh. Dia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk Moza dibanding pergi ke kelab malam setelah menikah. Darren tidak bisa melewatkan satu malam pun untuk mengabaikan Moza. Hingga tadi, dia dengan terpaksa pergi setelah wanitanya tertidur pulas. Moza akhir-akhir ini gampang lelah. Apa kesehatan istrinya menurun? Darren lelah menasehati wanita itu, Moza selalu menolak setiap dia mengajaknya ke rumah sakit. "Dia sangat

