Bab 28 Sebenarnya, meladeni pelanggan adalah bagian dari pekerjaan Pak Saleh, tapi kebetulan beliau lagi keluar dan lidah terlanjur merangkai janji, maka atas nama profesionalisme, aku mengikuti, menjelaskan, dan menulis setiap barang yang dipilih lelaki dingin itu, beserta jumlahnya. Jangan tanya keadaanku sekarang. Jantung dan perangkat-perangkat lainnya, seperti lomba pacuan kuda di sana. Efeknya bagi tubuhku, bak orang habis lari berkilo-kilo meter. Walau lelaki yang selalu tampak tenang itu, tidak banyak komentar, apalagi penawaran. Tetap saja kekakuan muncul sendiri dan sama sekali tak bisa kunetralisir. Ah, kadang diri benci dengan sikapku yang terlalu berlebihan. “Setelah salat, Mas. Mampir lagi ke sini." Pak Saleh muncul saat toa mesjid berbunyi menandakan wakti Duhur. Sudah

