Bab 30

1906 Kata

Bab 30 Hampir setiap matahari pagi menyinsing, tampaklah kesibukan di rumah minimalis Reta, mulai kegiatan memasak, bercanda, berbenah, sampai meluncur ke toko. Hari ini, terasa sangat berbeda. Kami makan dalam diam, hanya suara sendok dan piring yang terdengar sering beradu. Biasanya, jika aku membakarkan ikan kesukaan gadis manis itu, maka dia akan melahapnya sampai habis sambil berkomentar banyak, tapi kali ini dia cuma tiga kali mencicipinya, lalu berkemas. Betapa hatiku terasa tercubit, sedih, nelangsa. tertekan, dan … tak mampu lagi membahasakannya. “Apa kalian baik-baik saja?” Kepala mengangguk pelan seraya tersenyum ke arah Mas Gading yang memicingkan mata, dia telah siap dengan seragam kantornya. Aku tahu pertanyaan itu mencari kejelasan, Reta tak gampang berbagi cerita. “B

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN