Bab 7

1031 Kata

Bab 7 Seperti biasa. Sepulang dari toko, arah motor menuju masjid. Sambil menunggu waktu magrib, aku mandi di sana. Tas yang tergantung di punggung dan kubawa ke mana-mana, berupa ransel. Mungkin kebiasaan waktu kuliah dulu. Isinya bermacam-macam, laptop, bedak dan kawan-kawannya, alat mandi, handuk kecil, dan baju ganti. Bahkan sendal jepit juga tersimpan di bagasi roda dua seperjuangan itu. Mungkin yang melihat, pasti mengatakan hidupku rempong. Ya, memang seperti itu. Apalagi sekarang, diri ini bagai musafir sejati. Ada rumah, tapi tak berpunya. Ada suami, tapi tak memiliki. Ada keluarga, tapi rasanya tetap merasa sendiri. Setelah melaksanakan salat magrib berjamaah, aku memutuskan duduk bersantai di halaman masjid, yang memang luas dan ramai, ditempati jamaah menunggu salat isya, at

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN