Bab 21

1574 Kata

Bab 21 “Mas pikir Bulan akan kembali? Nggak usah buang-buang waktu menunggunya. Kalau aku saja sahabat dikhianati, apalagi kamu yang memang nggak pernah berbuat apa-apa.” Marta terus mengomel, melihat kamar Bulan telah selesai direnovasi. Aku membuatnya lebih luas, unik, dan menyambungkan ke taman belakang. Wanita yang telah tersakiti itu, paling suka tanaman. Aku mengetahuinya, saat sering tak sengaja setiap pulang dari kantor dan sehabis makan masakannya, terlihat dari jendela kamarku. Dia menanam dan merawat sayur-sayuran jangka pendek. Daun sop, tomat, cabe, kacang panjang. Tersusun rapi beserta bunga. Setelah menyirami tanamannya, dia akan menghabiskan sore menatap kilauan cahaya matahari berwarna keemasan sampai lenyap di ufuk barat. Ah, baru kini kusadari, tempat itu sangat d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN