Halan yang bersikap layaknya kulkas 8 pintu begitu dingin dan tak menanggapi Iren. Namun wanita itu tidak menyerah begitu saja dan terus menerus datang menghampirinya. Hingga suatu hari Iren tidak datang dan Halan merasa kehilangan, dan ia mendapat info dari karyawan yang lain bahwa Iren sedang sakit dan dirawat di rumah sakit. Sore setelah bekerja Halan memutuskan untuk menjenguk Iren sambil membawakannya bubur yang sudah ia buat tadi. Begitu sampai di ruangan sang gadis, Halan disambut dengan senyuman sumringah. “Wah, ternyata kamu datang aku pikir kamu gak akan datang,” ujar Iren sumringah. “Ini buat kamu,”ujar Halan memberikan semangkuk bubur. “Terima kasih dan maaf,” ujar Iren ragu. “Maaf, maaf untuk apa?”tanya Halan heran. “Karena sudah terlalu sering menganggu anda, jadi

