Maulana pulang ke rumah untuk mengambil barang-barang yang diperlukan sang putri dan menantu. Tampak Sara yang sedang duduk santai di ruang tengah sambil memainkan handphone nya. Sara yang melihat sang suami langsung bertanya tentang Gia dengan tak acuh. “Gimana anak itu masih selamat?,”tanya Sara tak peduli “Apa yang katakan pada Gia sehingga menjadi seperti itu Sara?,”tanya Maulana menahan emosinya. “Aku gak ngomong apa-apa mas, Cuma ngomong fakta aja,”tutur Sara santai. “Fakta apa yang kamu bicarakan,?” desak Maulana. “Yaa tentang seandainya waktu itu Gia memilih Aufar pasti dia sekarang hidup enak jadi nyonya dari ornag terkaya diindonesia dan kita juga pasti kena imbas yang baik juga bener kan mas?,” tutur Sara santai, tiba-tiba Maulana menggebrak meja untuk menahan emosinya aga

