9. 1

1345 Kata

Ruangan hening seketika. Menyisakan deru pendingin ruangan yang terus menjerit. Hawa dingin yang terus keluar dari lubang jari-jari AC menikam ulu hati, membekukan semua insan yang hadir di kamar Claud. Saking heningnya, Sean sampai bisa mendengar ludah yang coba Darius telan dengan paksa setelah mengetahui fakta mengejutkan yang terpampang jelas di dinding ruangan. “Gue enggak habis pikir, orang itu benar-benar nekat bikin gue menderita. Dia sampai merencanakan teror ini dengan apik.” Darius menggeleng, mencoba mengurut pelipisnya sesekali. Menerima kenyataan ini terasa begitu berat dan membuat kepalanya terus berkedut nyeri. “Sekarang lo bisa lebih tenang karena teror itu bukan dari hantu,” ucap Joe disusul dengan tatapan sayu dari Darius. Dia sama sekali tidak punya tenaga untuk se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN