10. 2

1424 Kata

Tepat saat Darius berada di antara pintu kamar tetangganya dengan kamar miliknya sendiri, entah mengapa pandangan Darius tertuju pada kotak-kotak kado yang berserakan di sekitar meja yang berada di dalam ruangan itu. Seolah baru saja tersadar akan sesuatu, Darius buru-buru berlari kembali ke arah pos jaga, dan mengurungkan niatnya untuk segera beristirahat. Pak Ujang memicingkan kedua matanya, terperanjat saking kagetnya melihat Darius lari terbirit-b***t menghampiri dirinya yang kini tengah menyeruput es sirup marjan di dalam pos. “Ada apa lagi ini teh, Den? Jadi reuwas saya!” “Pak!” Darius meninggikan suaranya setelah benar-benar dekat dengan pak Ujang. Lelaki ini sedang merasakan sebuah antusiasme yang begitu besar saat ini. “Rekaman CCTV di tempat ini biasanya tahan nyimpan file sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN