Tepat saat Darius berada di antara pintu kamar tetangganya dengan kamar miliknya sendiri, entah mengapa pandangan Darius tertuju pada kotak-kotak kado yang berserakan di sekitar meja yang berada di dalam ruangan itu. Seolah baru saja tersadar akan sesuatu, Darius buru-buru berlari kembali ke arah pos jaga, dan mengurungkan niatnya untuk segera beristirahat. Pak Ujang memicingkan kedua matanya, terperanjat saking kagetnya melihat Darius lari terbirit-b***t menghampiri dirinya yang kini tengah menyeruput es sirup marjan di dalam pos. “Ada apa lagi ini teh, Den? Jadi reuwas saya!” “Pak!” Darius meninggikan suaranya setelah benar-benar dekat dengan pak Ujang. Lelaki ini sedang merasakan sebuah antusiasme yang begitu besar saat ini. “Rekaman CCTV di tempat ini biasanya tahan nyimpan file sa

