Bucin

2490 Kata

****** London, Hospital. Dafi berdiri kaku melihat sosok itu berjalan dari ujung lorong semakin dekat dan kini sudah berdiri tepat di depan nya. Mereka sama-sama diam tidak mengatakan apapun, otak Dafi masih blank melihat gadis yang selama ini ia rindukan benar-benar ada di depan mata nya, antara percaya dan tidak. Alin mengerucutkan bibir nya kesal akan ekspresi yang Dafi berikan, diam, menatap polos dan tidak ada lagi. Apa kak Dafi nggak suka aku kesini ? belum sempat Alin memprotes akan reaksi menyebalkan itu dia lebih dulu di kejutkan dengan Dafi yang secepat kilat menyambar tubuhnya, memeluk sangat erat tubuh kecil Alin. Dibalik punggung Alin Dafi tersenyum tipis, ternyata ini bukan khayalan. Alin membalas dengan melingkarkan lengan kecil nya di punggung lebar Dafi, rasanya s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN