Pagi harinya zafrel nampak bingung, entah bagaimana caranya dia bisa meninggalkan Rizky yang masih belum genap 2 minggu itu, pasalnya dia sudah lebih dari 15 hari tidak pergi kekantor. Walaupun kantor tersebut miliknya. Zafrel menitipkan semua pekerjaan kantor kepada Dani, asisten sekaligus tangan kanan kepercayaan zafrel untuk menghandle semua pekerjaan kantor selama dia cuti.
Diraihlah telepon genggam dari sakunya untuk menghubungi Dani, sekaligus menanyakan keadaan kantor selama dia tidak pergi kekantor.
" Hai Dan, gimana urusan kantor? Amankan selama aku masih cuti. Maaf ya Dan aku masih dalam masa berkabung karena istriku, dan saat ini aku masih bingung mau menitipkan Rizky kepada siapa?"
" Eh bos, Alhamdulillah bos semua kerjaan berjalan dengan lancar, bos enggak usah khawatir semua client bisa saya atasi disini, saya juga berusaha memberikan pengertian kepada mereka, atas apa yang bos hadapi saat ini " sahutan Dani sembari bingung mau minta maaf pasalnya ia belum sempet menengok keadaan sang bos yang berduka.
" Maaf ya bos, saya belum bisa menengok keadaan bos dan keluarga disana, soalnya saya sering pulang malem, maklum baru pertama kalinya saya menghandle semua pekerjaan, tapi bos tenang saja semuanya aman terkendalikan "
" Oke Dan nantik saya hubungi lagi ya "
" Baik bos "
Zafrel panik, karena Rizky menangis lagi,
" Ma.... kenapa sama Rizky? "
" Sepertinya Rizky haus, tapi tidak mau meminum s**u formulanya " Jawab sang mama sambil berusaha menenangkan cucu nya.
" Coba kamu hubungi Dokter Sasmita, mama lihat saat Rizky berada dirumah sakit dia tak pernah mengeluh Rizky menangis " Pinta sang mama.
" Tapi ma Hana kan sedang bekerja, masa iya aku merepotkan dia "
" Tak apalah nak demi anakmu siapa tau dia sedang libur atau sudah pulang, mintalah tolong kepada dia " ucap hana berusaha meyakinkan kan sang menantu.
Zafrel adalah Anak semata wayang orang tuanya pun telah meninggal, dia dibesarkan oleh sang nenek, yang juga sudah berpulang terlebih dahulu sebelum bisa melihat cicit nya.
Aku ingat apa permintaan putriku sebelum ia tak sadarkan diri dan meninggalkan kami semua.
" Ma tolong titip Mas Zafrel, Anggap dia sebagai putra mama pengganti aku, saat aku tak ada. Aku hanya memohon kepada mama dia sudah tak punya siapapun selain aku dan anakku ma, Zia mohon ya ma " Pesan Zia ke sang mama
" Satu hal lagi ma, yang ingin aku minta dan tolong mama kabulkan permintaanku ini "
" Apa sih nduk mama yakin kamu pasti bisa sembuh dan lewatin semua ini, anak mu masih butuh kamu disampingnya termasuk suamimu "
" Waktu Zia ngk akan banyak ma, Zia mohon kepada mama agar saat Zia tak ada tolong nikahkan Mas Zafrel dengan Dokter Sasmita ma, Zia yakin Dokter Sasmita akan menyanyangi anak Zia seperti anaknya sendiri… Zia mohon ma.... " Dengan suara terbata - bata Zia tetap meminta ke sang mama.
" Ayolah nduk, kamu pasti bisa mama yakin kamu akan sembuh… semangat sayang "
Tak butuh waktu lama Zia pun menutup matanya dan tak sadarkan diri.
Sang mama berusaha memanggil sang Dokter. Tapi Takdir berkehendak lain.
" Ma.... ma... mama " panggil Zafrel
" Mama melamun, memikirkan Zia.... ? "
" Enggak kok nak, mama sudah ikhlas mungkin dengan keikhlasan mama Zia bisa bahagia disana " Lamunan sang mama pun tepecahkan.
" Mama minta tolong agar kamu juga bisa menerima dan ikhlas atas kepergian Zia, biarkan Zia pergi dengan bahagian "
" Iya ma.... Zafrel akan berusaha untuk mengikhlaskan Zia "
Kembali lagi kepada pikiran yang terus berputar di pikiran sang mama,
'' Bagaimana aku memberi tahukan amanah yang telah Zia tinggalkan kepada menantu ku ini "
" Bisakah Zafrel menerima ini " Sang mama yang tak tau bahwa Zafrel sudah mendengar apa permintaan Zia dari surat yang ia tulis untuk Dokter Sasmita.
hoek.... hoek.....hoek.....
tangisan Rizky semakin menjadi.
"Coba kamu hubungi Dokter Sasmita "
" Baik ma.... "
Mungkin dengan cara ini untuk mendekatkan Zafrel dengan Dokter Sasmita.......