Povv Zafrel
"Hari sudah berganti tak terasa sudah 10 hari kamu meninggalkan mas dan anak kita Zia, apa takdir harus memisahkan kita dengan cara seperti? Rasanya baru sebentar kita merasakan kebahagian, aku ingat kamu sangat antusias menjaga bayi dalam kandungan mu, ini adalah harapan terbesar mu menjadi seorang ibu"
" oek, oek, oek "
Lamunanku pecah saat mendengar tangis suara Rizky.
Ya dia putraku dan zia yang kuberi nama Syahrizky Pratama sesuai permintaan Zia tat kala saat dia tau kalau bayinya berjenis kelamin laki-laki. Nama itu pun memberi arti Memberikan Rezeki kepada kami.
Seketika ku buatkan s**u formula dalam botol agar Rizky tidak lapar, mungkin karena lapar dia terbangun dari tidurnya.
" Cup cup cup sayang disini ada papa yang jagain Rizky " sambil menyodorkan botol s**u ke mulut mungilnya.
Namun tetap saja Rizky tak mau berheti menangis dan menolak untuk meminum susunya.
Karena panik ku cari handphone milik Zia, tanpa pikir panjang ku telp nama yang tertera di chat wa terakhir mendiang istri ku ini.
" Halo, tolong bantu saya Dok, Rizky dari tadi nangis terus, sudah saya kasih s**u, tapi masih nangis " Yah dialah Dokter Hana Sasmita
" Sabar pak jangan panik, coba cek suhu Rizky dulu takutnya dia demam " Ucap dokter seraya menenangkan ku agar tidak panik
" Suhu badannya masih normal dok tidak anget " sambil ku cek termometer
Ku ikutin langkah2 yang Dokter Hana sebutkan, namun Rizky tidak mengalami demam.
Karena bingun ku putuskan untuk membawa Rizky ke Rumah Sakit, bertemu Dokter Sasmita aga di cek kenapa dia menangis terus.
" Sabar ya sayang kita kerumah sakit biar Rizky nantik dicek sama dokter " Kugendong Rizky menuju mobil, dan kuletakkan didalam Box Kecil di tengah Mobil.
Sesampainya dirumah sakit segera ku berjalan mencari dokter sasmita
" Dok, ini Rizky masih tidak mau berhenti menangis " tanyaku panik
Diambilah Rizky dari gendonganku, dan kutatap saat Dokter berusaha menenangkan nya dengan memberikan sebotol s**u yang aku bawa.
" Cup, Cup, Cup Sayang jangan menagis lagi ya "
Sesaat tangisnya pun mereda.
" Tak terasa air mata ini menetes dipipi "
Ya mungkin Rizky merindukan sosok seorang ibu yang hangat, belum sempat Rizky dipeluk oleh sang mama, hanya bisa dipeluk oleh sang Dokter pasca operasi selesai dilakukan.
" Maaf ya dok, karena saya panik, saya segera membawa rizky kesini "
" Iya pak tidak apa- apa, ini asi atau s**u formula pak ?" tanya Dokter Sasmita
" s**u Formula Dok, saya bingung cari asi dimana? " Pikiranku kalut karena baru pertama kali ku memiliki bayi.
" Ow, nantik saya coba mintakan sedikit kepada ibu- ibu yang lahir disini " Bantu Dokter Sasmita
" Baik Dok, maaf merepotkan "
" Tidak kok pak saya justru senang bisa bertemu sama Rizky, Apalagi setelah Rizky pulang saya kangen sekali " kaget ku mendengar ucapan Dokter Sasmita
" Jangan panggil saya Dokter Sasmita Pak, panggil saya hana saja lebih enak didenger " pinta Dokter Sasmita
" Baik Dok, eh Hana "