Meminta

481 Kata
Pov Bu Zia " Assalamualaikum dokter hana Terimakasih karena sudah mau merawat, mendengarkan keluh kesah saya disaat saya hamil, serta memberikan motivasi agar saya semangat menjalani ujian ini. bersama dengan adanya surat ini ditangan dokter, mungkin saya sudah tidak dapat mengucapkan rasa terimakasih secara langsung kepada dokter. Boleh kah saya meminta kepada dokter? Jikalau boleh Tolong rawat dan jaga anak saya, anggap dia sebagai anak dokter sendiri, karena hanya dokter orang yang bisa saya percaya, dan bisa menyanyangi anak saya dengan tulus .…...................... " Bola mataku melingkar bulat apabila ku melihat tulisan yang paling terakhir bu zia, kaget rasanya dan serta bingung. " Bersediakah Dokter menjadi ibu dari anak saya serta istri ke pada suami saya, saya yakin dokter terkejut, namun itulah hal yang saya sangat inginkan disaat saya sudah tidak bisa bersama dengan mereka berdua, hanya dokter orang yang saya yakini bisa menjaga, menyanyangi, serta merawat mereka dengan baik, jikalau Dokter Hana bersedia, maka mohon tunjukkan isi surat ini kepada suami saya. Tolong pertimbang kan permintaan saya ini dok. Berjuta rasa terimakasih saya ucapakan kepada Dokter Hana Wassalamu'alaikum " " Dok, Dok, Dokter Hana " pak zafrel menepuk bahuku " Eh iya pak maaf saya kaget melihat isi surat dari Bu Zia " Kugengam surat yang telah kubaca " Memangnya zia menulisakan apa dok disuratnya '' tanya pak zafrel Ragu ku tuk menjawab, tidak mungkin kan kalau aku bilang Bu Zia menitipkan anak beserta suaminya kepadaku. " Tidak ada apa-apa kok pak, cuman ucapan terimakasih " " Oh..... say juga mau mengucapkan terimakasih karena sudah bersedia jadi teman konsultasi untuk istri saya, serta menjaga anak saya sampai saat ini " ucap pak zafrel yang memang tau kalau istrinya sering chat wa sama aku sontak ku terkaget-kaget mendengar bayi kecil tersebut menangis kencang, mungkin bayi mungil ini merasa lapar karena pagi ini belum ada s**u untuk diminum. selama satu minggu kubantu untuk meminta sedikit asi kepada ibu2 yang sudah melahirkan dan masih berada dirumah sakit. Kuharap dengan adanya sedikit bantuan asi bayi kecil ini dapat merasakan asi, tanpa harus menelan s**u formula, namun jika tidak ada terpaksa s**u formula lah yang jadi asupan nutrisinya. Ku gendong bayi kecil tersebut berusaha untuk menenangkan dari tangisnya, serta ku sodorkan kan asi yang baru tadi ku dapat ke mulut kecilnya itu. Sesaat sang bayi mulai tenang, kini oak zafrel berdiri tegak dihadapanku dengan tatapan bingung. " Kenapa bapak bingung? Dalam botol ini adalah asi yang berhasil saya minta ke ibu2 yang masih ada di rumah sakit ini " tatapanku sambil menjelaska " Bukan itu yang saya pikirkan, tapi ini....." Dengan menjepit selembar kertas dari Bu Zia, yang entah tanpa sadar sudah berpindah tangan " Kenapa dok, kenapa istri saya harus berpesan sedemikian rupa, seakan dia tau apa yang akan terjadi " lirih nada yang ku dengar. Bola mataku membulat karena terkejut. Bantu Like yang teman² pembaca, Jika ada kesamaan nama, tempat dll, mohon dimaafkan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN