bc

Bukan Istri Pengganti

book_age18+
594
IKUTI
1.7K
BACA
love after marriage
CEO
sweet
scary
like
intro-logo
Uraian

Pagi yang cerah untuk memulai aktivitas seperti biasa sebagai seorang dokter kandungan, ya namaku hana sasmita.

Sudah menjadi cita-cita ku sedari aku kecil ingin menjadi dokter, dan syukurlah saat ini harapanku serta cita-citaku pun terkabulkan semuanya.

Macetnya lalu lintas kota jakarta, membuatku harus pintar mencari jalan tikus agar segera sampai ketempat tujuan.

Ku lajukan motor kesayangan yang selalu menemaniku, kupilih motor dari pada mobil agar lebih cepat sampai ke arah tujuan.

Sampai lah aku dimana tempat aku praktek .

Rumah Sakit Harapan Bunda, itulah nama Rumah Sakit tempat aku praktek. Kulangkahkan kaki menuju pintu yang otomatis terbuka saat seseorang hendak masuk.

" Pagi Dok, lagi bahagia ya dok? " tanya seorang suster yang sedang menunggu di tempat resepsionis

" Pagi, kan harus terlihat bahagia sus agar ibu-ibu yang mau lahiran tidak panik " jawabku sambil ku tersenyum

Kuteruskan perjalanan melewati lorong rumah sakit, agar aku segera sampai di ruangan ku, tapi sebelum kakiku melangkah jauh kudengar seorang pria tengah panik sambil berteriak memanggil suster atau dokter dari depan. Yah dia adalah suami dari seorang pasien yang selama masa kehamilan istrinya selalu konsultasi kepadaku.

" Tolong sus, dok, istriku pendarahan " ucapnya panik sambil mata berlinang

tak butuh waktu lama segera ku hampiri pasien tersebut

" Baik pak, bapak harap tenang kita bawa istri bapak ke ruang observasi mengingat kandungan masih dalam usia berjalan 8 bulan " ucapku agar sang suami tidak panik.

Setelah sampai diruang observasi, karena sudah dalam keadaan darurat, dan memang mengharuskan untuk melakukan operasi agar sang bayi bisa di selamatkan.

" Mohon maaf pak, istri bapak harus melaksanakan operasi karena tidak memungkinkan untuk keselamatan bayi jika masih diteruskan didalam rahim sang ibu" ku mencoba memberi tahu sang suami dengan pelan

" Baik dok tolong selamatkan istri dan anak saya " pinta sang suami kepada ku.

" Bantu dengan Doa ya pak, akan saya usahakan se maximal mungkin " jawabku sambil menyodorkan surat persetujuan untuk operasi.

Satu jam telah berlalu, dengan usaha yang aku lakukan semaximal mungkit, namun takdir berkehendak lain.

Ya itulah takdir tuhan yang tak dapat kita pungkiri. Ku hampiri sang suami dengan tatapan yang lesu, sedih dan bercampur aduk, karena hanya dapat menyelamatkan satu nyawa.

" Mohon maaf pak, istri bapak mengalami komplikasi sesaat setelah selesai operasi, dan kami sudah mengusahakan semaximal mungkin tapi takdir berbicara lain, Ibu zia tidak dapat kami selamatkan "

" Apa dok, lalu bagaimana dengan anak saya ? " air mata sudah membasahi pipi sang suami.

" Alhamdulillah anak bapak lahir dengan selamat, namun kondisinya prematur "

Antara kecewa dan sedih bercampur menjadi satu.

Satu minggu berlalu.

Kulihat bayi laki-laki mungil didalam inkubator. yah dia adalah anak yang dilahirkan oleh ibu zia, saat ini anak tersebut sudah diperbolehkan untuk dibawa pulang.

" Alhamdulillah sudah bisa dibawa pulang pak bayi lucunya bapak, sabar ya pak somoga bisa jadi penghibur sekaligus teman penghilang kesedihan "

" iya dok terimakasih sudah membantu menjaga serta merawat anak saya " suara lirih terdengar dari suami mendiang ibu zia

" oh iya dok, saya mau tanya sejak kapan istri saya mempunyai penyakit tumor dirahimnya " tanya pak zafrel

" sejak 2 bulan usia kandungan ibu zia, saya sudah menyarankan agar ibu zia bersedia untuk melakukan operasi pengangkatan tumor tersebut, namun bu zia menolak, karena ia ingin merasakan menjadi seorang ibu "

" Ya Allah dok, kenapa saya tidak mengetahui hal tersebut " pipinya kembali basah dari isak tangis beliau

" sabar ya pak, semoga bapak sama keluarga diberi ketabahan dan keikhlasan "

dengan tatapan kosong pak zafrel melangkah, namun terhenti setelah beberapa langkah dan kembali menghampiri ku.

" Apa ini pak " tanyaku penasaran

" Ini titipan dari mendiang istri saya dok, ini amanah yang beliau titipkan kepada adik saya agar diserahkan ke dokter " sambil menyerahkan amplop putih.

" Ku buka amplop tersebut, dan kulihat selembar kertas dengan goresan tinta didalam nya

Pov Bu Zia

" Assalamualaikum dokter hana

Terimakasih karena sudah mau merawat, mendengarkan keluh kesah saya disaat saya hamil, serta memberikan motivasi agar saya semangat menjalani ujian ini. bersama dengan adanya surat ini ditangan dokter, mungkin saya sudah tidak dapat mengucapkan rasa terimakasih secara langsung kepada dokter.

Boleh kah saya meminta satu lagi kepada dokter? Jikalau boleh

Tolong rawat dan jaga anak saya, anggap dia sebagai anak dokter sendiri, karena hanya dokter orang yang bisa saya percaya, dan bisa menyanyangi anak saya dengan tulus

.…...................... "

Bola mataku melingkar bulat apabila ku melihat tulisan yang paling terakhir bu zia, kaget rasanya dan serta bingung

kalau penasaran apa isi terakhir dari surat tersebut, ayo ikutin update ceritanya pada eps selajutnya

chap-preview
Pratinjau gratis
Meminta
Pov Bu Zia " Assalamualaikum dokter hana Terimakasih karena sudah mau merawat, mendengarkan keluh kesah saya disaat saya hamil, serta memberikan motivasi agar saya semangat menjalani ujian ini. bersama dengan adanya surat ini ditangan dokter, mungkin saya sudah tidak dapat mengucapkan rasa terimakasih secara langsung kepada dokter. Boleh kah saya meminta kepada dokter? Jikalau boleh Tolong rawat dan jaga anak saya, anggap dia sebagai anak dokter sendiri, karena hanya dokter orang yang bisa saya percaya, dan bisa menyanyangi anak saya dengan tulus .…...................... " Bola mataku melingkar bulat apabila ku melihat tulisan yang paling terakhir bu zia, kaget rasanya dan serta bingung. " Bersediakah Dokter menjadi ibu dari anak saya serta istri ke pada suami saya, saya yakin dokter terkejut, namun itulah hal yang saya sangat inginkan disaat saya sudah tidak bisa bersama dengan mereka berdua, hanya dokter orang yang saya yakini bisa menjaga, menyanyangi, serta merawat mereka dengan baik, jikalau Dokter Hana bersedia, maka mohon tunjukkan isi surat ini kepada suami saya. Tolong pertimbang kan permintaan saya ini dok. Berjuta rasa terimakasih saya ucapakan kepada Dokter Hana Wassalamu'alaikum " " Dok, Dok, Dokter Hana " pak zafrel menepuk bahuku " Eh iya pak maaf saya kaget melihat isi surat dari Bu Zia " Kugengam surat yang telah kubaca " Memangnya zia menulisakan apa dok disuratnya '' tanya pak zafrel Ragu ku tuk menjawab, tidak mungkin kan kalau aku bilang Bu Zia menitipkan anak beserta suaminya kepadaku. " Tidak ada apa-apa kok pak, cuman ucapan terimakasih " " Oh..... say juga mau mengucapkan terimakasih karena sudah bersedia jadi teman konsultasi untuk istri saya, serta menjaga anak saya sampai saat ini " ucap pak zafrel yang memang tau kalau istrinya sering chat wa sama aku sontak ku terkaget-kaget mendengar bayi kecil tersebut menangis kencang, mungkin bayi mungil ini merasa lapar karena pagi ini belum ada s**u untuk diminum. selama satu minggu kubantu untuk meminta sedikit asi kepada ibu2 yang sudah melahirkan dan masih berada dirumah sakit. Kuharap dengan adanya sedikit bantuan asi bayi kecil ini dapat merasakan asi, tanpa harus menelan s**u formula, namun jika tidak ada terpaksa s**u formula lah yang jadi asupan nutrisinya. Ku gendong bayi kecil tersebut berusaha untuk menenangkan dari tangisnya, serta ku sodorkan kan asi yang baru tadi ku dapat ke mulut kecilnya itu. Sesaat sang bayi mulai tenang, kini oak zafrel berdiri tegak dihadapanku dengan tatapan bingung. " Kenapa bapak bingung? Dalam botol ini adalah asi yang berhasil saya minta ke ibu2 yang masih ada di rumah sakit ini " tatapanku sambil menjelaska " Bukan itu yang saya pikirkan, tapi ini....." Dengan menjepit selembar kertas dari Bu Zia, yang entah tanpa sadar sudah berpindah tangan " Kenapa dok, kenapa istri saya harus berpesan sedemikian rupa, seakan dia tau apa yang akan terjadi " lirih nada yang ku dengar. Bola mataku membulat karena terkejut. Bantu Like yang teman² pembaca, Jika ada kesamaan nama, tempat dll, mohon dimaafkan.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
236.0K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

TERNODA

read
201.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.3K
bc

Kali kedua

read
221.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.3K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook