bc

Dia suami juga kakak tiriku

book_age16+
394
IKUTI
2.4K
BACA
others
sex
spanking
forced
pregnant
goodgirl
CEO
others
realistic earth
asexual
like
intro-logo
Uraian

cerita ini mengandung 18+❗❗

dan banyak kata k********r nya harap bijaksana dalam membaca.

cerita ini menceritakan tentang seorang gadis yang bernama Rara, yang orang tuanya tinggal ibunya seorangs ayahnya sudah sejak lama meninggal.

diusianya yang ke 18 tahun, sang ibu menikah lagi dengan duda beranak satu .

Rara memiliki kakak tiri bernama Bima, suatu hari, karena Bima frustasi masalah percintaan nya, ia memilih menenangkan pikirannya dengan meneguk miras.

Dan akhirnya, Bima pulang dari bar tersebut dalam keadaan mabuk berat dan tanpa sadar ia melakukan hal tak senonoh pada adik tirinya dan akhirnya mereka dinikahkan, meski mereka tak saling mencintai.

gimana ceritanya ya ...?

yuk baca...!

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1
Nama nya Rara Almahendra. Usianya baru menginjak 18 tahun, ia duduk dikelas dua belas semester dua. Memiliki tinggi sekitar 155, kulit putih, bola mata coklat, alis yang tebal, dan bentuk wajah yang bulat membuat ia terlihat lebih muda dari umurnya. Rara panggilan akrabnya, ia memiliki dua seorang sahabat bernama Meyla Anjani dan Anastasya Pratiwi,mereka bersahabat sejak sekolah dasar. ............ Drrrrttt.... Drrrttt.... Drrrttt.... Ponselnya bergetar Mama ia calling... " Iya mah, tumben " ucap Rara datar " Kakak nanti pulang langsung ke cafe xx ya " suara disebrang telepon . " Tumben mamah ngajak makan diluar " tanya Rara kemudian. " Jangan sampe telat ya kak "  " Iya mah ..." " Oke, mamah tutup telepon nya ya " Bip...! Telepon dimatikan sambungan telepon pun terputus. " Siapa Ra..? " Tanya Mey penasaran " Mamah Mey " jawabnya singkat " Kok gak semangat gitu sih Ra..? " Tanya Mey lagi " Semangat dunk beb " Mey mencubit gemas pipi Rara. " Gue tau niat mamah " Ucap Rara sambil menundukkan kepalanya.  " Kenapa sih Ra,kok jadi murung gitu " Tanya Tiwi lalu mengelus pundak sahabatnya. " Udah sering mamah ngajak ketemuan Wii, ujung-ujungnya mamah kenalin pacarnya ke aku, mamah mau nikah lagi Wii, mamah udah gak sayang aku hiks.. hiks.. " Ucapnya sembari terisak. Tiwi membuang nafasnya kasar, lalu berusaha menenangkan sahabatnya itu. " Udah positif thinking aja dulu Ra,, sapa tau nyokap lo mau lebih deket sama elo ". Memang ibunya jarang sekali pulang, ibunya selalu sibuk dengan pekerjaannya, ia jarang sekali ada waktu bahkan hampir tidak ada waktu untuk sekedar bertanya kabar. Waktu pulang telah tiba ia segera menuju cafe tempat ia dan ibunya janjian, ia menuju cafe tersebut menggunakan ojek online yang ia pesan. Baru sampai didepan cafe, ponselnya telah mendapatkan notifikasi pesan masuk. Ting... Mamah : Di mana kak ...? Rara : Udah depan cafe mah . Mamah : Ok mamah tunggu, meja nomor 19 Setelah masuk kedalam cafe Rara mencari meja nomor 19. Ia melihat wanita melambaikan tangannya, wanita itu adalah ibunya. " Kan benar kataku, huuffft " Gumamnya lalu membuang nafas. Ia berjalan mendekati ibunya yang duduk bersama dua orang pria. " Lama banget kak " Ucap ibunya basa-basi " Kenalin ini om Vero, dan ini anaknya Bima " ucap ibunya mengenalkan kedua pria yang ada di depannya. Rara memutar malas bola matanya, kemudian ia menatap kedua pria didepannya bergantian, om Vero yang ditatap langsung menyunggingkan senyumnya, lain halnya yang disamping om Vero, pria yang di samping om Vero malah menatap datar kearah Rara. " Dari dua pria ini mana pacar mamah " ucap Rara langsung pada intinya Ibunya tertegun melihat tingkah laku anaknya tersebut. " Duduk dulu sayang gak sopan gitu " pinta mamahnya gugup. " Udah kan mah. Kakak pulang aja yah, kakak capek mah, ini udah kesekian kalinya mamah ngenalkan pacar mamah jawaban kakak tetap sama " lalu menatap lekat ibunya. " Ehhhmmm.... Rara duduk dulu, om mau bicara " ucap om Vero membuka suara. Dengan malas Rara pun duduk di sebelah mamahnya, ia duduk pas didepan Bima, Bima terus menatapnya dengan sinis, Rara yang tak suka ditatap seperti itu, ia memilih untuk menundukkan kepalanya. " Rara,, tolong kasih om Vero kesempatan ya untuk jagain ibu kamu, om jugg--" ujar om Vero penuh harap, namun belum selesai om Vero berbicara Rara langsung memotong pembicaraan om Vero. Bima menatap gadis yang ada didepannya dengan sinis, segitu tidak punya sopan santunnya, sampai berani memotong pembicaraan orang yang lebih tua. Rara melirik ponselnya menunjukan hampir jam satu siang, ia harus cepat pergi bekerja. " Udah dulu ya om, Rara harus berangkat kerja " ucapnya meninggalkan ketiga orang yang menatap cengo kepergian Rara " Venny... Jelaskan padaku mengapa anakmu bekerja ...? " Ucap om Vero dengan penuh penekanan. " Setahuku dia gak bekerja mas, uang bulanan yang kuberikan juga sangat cukup " ucap ibu Rara kebingungan. ...... Rara pulang dari tempat nya bekerja, ia sangat lelah hari ini ia ingin rasanya ia segera berbaring di kasur nya lalu tertidur.  Namun rasa gerah dan lengket mengalahkan rasa lelahnya akhirnya ia mandi menghilangkan keringat di badannya. Setelah selesai mandi Rara memakan mie ayam yang ia beli tadi di warung langganan nya, saat tengah asyik makan tiba-tiba ibunya menghampirinya. " Jelasin sama mamah ngapain kakak kerja, apa uang yang mama kasih kurang ...? " Ibunya meluapkan emosinya, ia sangat terkejut mengetahui bahwa anaknya bekerja menjadi pelayan disebuah cafe. " Mamah malu kak, nanti dikira mamah gak cukup kasih kamu uang, berhenti dari cafe itu mama gak mau liat kamu bekerja,mamah masih sanggup cari uang " ucap ibunya panjang lebar Rara hanya membuang nafasnya kasar, lalu beralih menatap ibunya dengan lekat. " Kenapa mamah malu, kakak kerjanya Halal mah, kalau mamah malu ya gak usah akuin kakak jadi anak mamah, mamah sanggup kasih kakak uang berapa pun yang kakak perlukan, tapi mamah gak bisa kasih kakak kasih sayang " tegas Rara panjang lebar. kemudian Rara masuk kedalam kamar, meninggalkan ibunya sendirian di meja makan. Rara bekerja hanya untuk mengisi waktu luangnya, Rara tipe gadis yang tak gemar berbelanja atau sekedar nongkrong-nongkrong gak jelas. Tokk... tokk.. tokkk Ibunya mengetuk pintu kamarnya. " Kak izini mamah masuk " ucap ibu Rara penuh pada penyesalan. Ia sadar betul, ia jarang menghabiskan waktu bersama anak gadisnya. " Mamah minta maaf kak hiks... " ucap bu Venny sambil terisak. ----------- Disekolah " Rara... " Mey melambaikan tangannya Rara pun berjalan menghampiri Mey dan Tiwi " Rara... tadi Novan nanya'in kamu Ra " Mey memberi tau Rara Novan Alexander, atau yang dikenal dengan Novan, dari dulu novan sudah menyukai Rara sejak pertama kali Novan melihat nya, namun Rara hanya menganggap Novan sebagai teman saja. " Tumben, ada apa ..." Tanya Rara cuek " Ya Allah Rara, Novan itu sukak sama kamu lah " celetuk Mey. " Ahh bodo ...! Makan lah laper aku Mey " ketusnya kemudian Rara berjalan menuju kantin. " Ikuutttt " Mey berteriak lalu berlari mengejar Rara. " Mangg.... Rara persen mie ayam ya 1 porsi peeedeeeeessss banget oke minumnya teh panas mang " ujar Rara  " Inget inget loe, makan mie ayam dimana mana minumnya yang seger seger, ini loe malah minum teh panas " celetuk Tiwi " Biarin aja wi, mungkin Rara lagi patah hati di tinggal Huda " ucap Mey tanpa sadar. Huda adalah kekasih Rara, akan tetapi hubungan mereka sedang tidak baik,karena Rara ingin mengakhiri hubungannya dengan Huda sedangkan Huda tidak mau jika hubungan mereka berakhir. " Mey nafsu makan ku hilang kamu sebut sebut nama dia Mey " ketus nya pada Mey " Maaf Ra, aku kelepasan " ucap Mey dengan rasa bersalah. Akhirnya Tiwi memesan seporsi baso dan es jeruk, sedang kan Mey pesan mie ayam juga dan es teh. Makanan yang mereka pesan pun tiba mereka melahap habis makanan yang mereka pesan dengan cepat. " Ra, gimana nyokap lo kemarin " tanya Tiwi " Ya gitu Wi, mamah ngenalin lagi pacarnya muak aku tuh " ujarnya Rara dengan kesal. " Rara,, apa yang lo takutin kalau nyokap lo nikah " tanya Tiwi serius . " Aku takut mamah gak sayang sama aku, aku takut mama jauh ninggalin aku Wii " ucapnya lirih. " Huuuaaaaa.... Hiks... Hiksss... Hikss " Mey menjerit mengagetkan Rara dan Tiwi. " Njiirrr,, kaget gue, lo ngapain nangis b**o " hardik Tiwi pada Meylan. " Guee.... Huuuaaaa mata gueee... " Mey masih menutup wajahnya . " Kenapa sama mata lo Mey " tanya Rara lembut . " Mata gue perih...! Kena kuah mie ayam " ujarnya sambil mengipas-ngipas matanya. " Lagian kamu aneh Mey kuah mie ayam di pake tetes mata, nih tisu, ayo ke WC cuci mukamu " celetuk Rara, lalu menggandeng Mey menuju WC. Setelah selesai Mey mencuci wajahnya akhirnya mereka memutuskan untuk kekelas. " Kok bisa kuah mie ayam kamu jadikan tetes mata Mey". ucap Rara sembari tertawa. Mey pun hanya cengengesan mendengar perkataan Rara. " Permisi boleh gabung gak aku " ujar Novan Dengan semangat Mey mengiya kan walaupun telah Rara cubit pinggangnya tapi Mey tidak menghiraukan nya. " Boleh boleh, duduk di sini aja Van " menepuk kursi disebelah Rara. Novan menatap Rara meminta persetujuan. " Boleh kan Ra...? " Tanya Mey sekali lagi dengan menatap tajam kearah Rara. " Iya boleh " ujarnya putus asa. Dengan senang hati Novan duduk di sebelah Rara. " Ra,, pulang sekolah kamu ada kegiatan apa?" tanya Novan hati-hati. "Aku kerja Van, kenapa ...? " Ucapnya lirih " Kerja di mana Ra..? ". Tanya lembut. " Apa...! Lo kerja...! " Ucap Mey sambil berteriak. " Ihhh ... Jangan di telinga ku juga Mey, aku gak b***k tau " gerutunya sambil mengusap telinganya yang berdenging. " Rencananya gue mau ngajak lo cari buku, tapi lo sibuk". Ucap Novan kecewa. " Maaf ya Van lain kali deh " ucapnya lirih Setelah pulang sekolah Rara langsung ketempat kerjanya di cafe xx, ia lalu bergegas mengganti seragamnya, lalu ia mulai bekerja membersihkan meja yang kotor, mengantarkan pesanan pengunjung. Karena wajahnya yang masih imut-imut tak jarang ia dikira anak dibawah umur, " Ra,, layanin meja nomor 25 ya, mbak mau ketoilet sebentar " ucap Tia teman kerja Rara. Ia menghampiri meja nomor 25, sepertinya ia pernah melihat pria tersebut sebelumnya " Permisi pak, mau pesan apa " ia melayani dengan ramah, tak disangka pria tersebut adalah om Vero. " Lho... Rara, kerja di sini " om Vero menyampaikan keterkejutan nya. " Iya om " ucapnya singkat. " Emmh gak jadi Ra, om ada urusan mendadak " om Vero pamit pada Rara dan melenggang keluar cafe, Rara menautkan kedua alisnya, menatap bingung kearah ok Vero. Saat jam bekerja Rara telah habis, ia berpamitan untuk segera pulang. " Mbak Tia Rara deluan ya " lalu bersiap ingin keluar cafe. " Oke " balas Tia singkat Rara baru selesai mandi dan berjalan keruang makan untuk makan malam. Jam menunjukan pukul 09: 30, Rara makan dengan berkutat dengan ponselnya membalas chat di grup, Rara, sengaja membuat grup kelas khusus untuk ia dan sahabatnya. Wanita Langka itulah nama grup w******p mereka. Ting. Mey : Rara .. Rara: Iya Mey Comey kenapa ...? Mey : Rara beneran kerja ...? Rara : iya Memey comel, kenapa...? Mey : Kenapa Rara kerja....? Rara gak ada uang ? Rara: Enggak Mey aku cuman cari kesibukan aja Mey. Tiwi : What...? Lo kerja Ra ...! Mey : Iya Wi, kasian Rara. Rara : Enggak sayang aku tuh kerja cari kesibukan , aku bosan bebeb, dirumah bosan Wi. Mey : Ra,, gimana hubungan mu sama Huda...? Tiwi : sama nyokap lo gimana Ra ...? Rara : aku anggapnya putus, gak tau kalok Huda, aku gak mau lagi....! Aku sama mama masih belum ada bicara Wi. Tiwi : pikirkan Ra kasihan juga nyokap lo, dia sendirian dia juga butuh sosok yang selalu ada buat dia berkeluh kesah . Mey : betul...! Rara : kamu mah... Iya ntar gue pikirin lagi Ting....! Rara segera membuka pesan masuk tersebut. " Haaah kok bisa aku di pecat "  Rara kebingungan ia mendapatkan surat pemecatan dirinya dari cafe xx, Rara bertanya tanya apa kesalahannya selama kerja ia rasa tak pernah melakukan kesalahan. Ting...! Notifikasi kali ini dari nomor tak di kenal  Ok Verov: Rara,, ini om Vero  Rara: Iya om ada apa....? Dapat nomer Rara dari mana ...? Om Vero: Dari cafe, kamu kerja di cafe nya om, om gak mau calon anaknya om kerja, om masih punya cukup uang buat biayain sekolahmu. Rara: Jadi om Vero yang suruh bu Irene pecat Rara...? Om Vero: iya maaf ya,om cuman gak mau lihat ibu kamu bersedih. Rara: Rara kan bosen om, Rara gak ada kesibukan. Om Vero: Belajar aja Rara, kan dua Minggu lagi UN Rara mau lanjut kuliah dimana nanti...? Rara yang enggan membalas chat om Vero lebih jauh akhirnya ia mematikan ponselnya, benar juga apa yang dikatakan om Vero dua Minggu lagi Rara UN. Namun Rara belum berfikiran untuk lanjut ke perkuliahan ia ingin berbisnis dulu, baru tahun depannya memulai untuk kuliah.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

MY LITTLE BRIDE (Rahasia Istri Pengganti)

read
19.6K
bc

Revenge

read
36.8K
bc

Menikah, Karena Tak Sengaja Hamil

read
1.0K
bc

Pawang Cinta CEO Playboy

read
1.4K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
43.2K
bc

Hati Yang Tersakiti

read
8.2K
bc

Mantan Sugar Baby

read
8.4K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook