Part 2

1772 Kata
Sudah seminggu ini ibu Rara tidak pulang kerumah Rara faham ibunya wanita karier jadi lebih banyak menghabiskan waktunya di luar dari pada di rumah. Sudah seminggu ini pula Rara memikirkan perkataan Tiwi ada benarnya, ibunya juga memerlukan sosok yang bisa menjaga dan selalu ada untuk ibunya, ia sebenarnya sangat kasihan pada ibunya. Dan sepertinya om Vero juga mencintai ibunya dengan tulus jadi apa salahnya memberikan kesempatan pada om Vero untuk menjadi ayah sambungnya. Rara memberikan diri untuk menelfon ibunya. Tuutt....tuuuut...tuuut... Suara sambungan telepon terhubung, " Halo kenapa kak " suara lembut menyapa telinga Rara  " Mama kapan pulang, Rara kangen ini kan hari Minggu masa mama gak pulang " Rara mulai terisak " Ini mama dijalan sayang, tumben kangen ya " goda sang ibu di sebrang telponnya " Iya kah mama pulang dong, oke oke kakak tunggu " ucap Rara bersemangat. Tak lama kemudian suara deru mesin mobil memasuki halaman rumahnya, dengan cepat Rara membuka pintu dan menyambut ibunya dengan pelukan hangat. " Tumben kakak ada apa ini hayoo....? " Ucap ibunya melihat Rara yang berbeda dari sebelumnya " Rara kangen mamah, Rara mau tidur bareng mamah ya malam ini " ucap Rara dengan mata berbinar-binar. " Oke prince mamah yang paling cantik " sambil mencubit gemas pipi anaknya dan by Venny melenggang kekamarnya. " Ih mana kenapa di cubit " Rara memanyunkan bibirnya lalu mengejar ibunya  ...... " Mah,, kakak minta maaf sama mamah, kakak gak bisa ngertiin mamah kalau selama ini tuh mamah perlu teman maafin kakak yang egois sama mama hikkks....hikkkss.... " Ucap Rara sambil sesekali terisak. " Heemmm,, anak mama sudah besar ya, tapi kok mukanya masih kaya anak SD ya " bu Venny menggoda anaknya " Mamah juga minta maaf ya kak mamah gak bisa selalu ada buat kakak, sampe kakak kerja buat ngilangin bosen karena mamah tinggal terus" bu Venny meneteskan air matanya. " Mamah,, kakak izin'in mama buat nikah sama om Vero " ucap Rara tegas Bu Venny pun menoleh ke wajah anaknya, dengan tatapan tidak percaya " Ah yang bener kakak setuju mamah nikah " ucap bu Venny tak percaya. Rara mengangguk dan langsung memeluk ibunya. " Tapi mamah nikahnya setelah Rara selesai ujian yaa ". Ucap Rara menggoda ibunya. ▪️▪️▪️▪️ " Mey,, kok tumben sendiri Tiwi mana ...? Rara menghampiri Mey yang duduk sendirian di kelas. " Tiwi sakit Ra,, " jawab Mey tak bersemangat Rara mengernyitkan dahi nya " sakit apa Tiwi...? ". " Kurang tau aku Ra..." Lalu membuang nafas besar. " Kok kamu gak sumungut siiih cyang kuu " Rara mencubit gemas Meyla. " Kamu gak kangen sama aku Mey ...? " Ucap Rara memelas. " Huuuaaaaa...." Mey tiba tiba-tiba menangis keras Rara menjadi bingung. " Mey Kenapa Mey,..! Ada yang sakit Mey ...? " Sambil menggoyangkan kedua bahu Meyla. " Novel favorit aku, kedeluanan orang Ra... Huuuaaaa aku gak kebagian padahal pingin banget baca huuuaaaa " Mey menelungkup kan wajahnya diatas meja dan tangisnya semakin kenceng, Rara membuang nafas lega, ia kira ada apa sampai Mey seperti itu. " Yaelah Mey buku novel toh, kamu sampe kaya kehilangan semangat hidup Mey " ketus Rara " Pulang sekolah jenguk Tiwi yuk Mey sambil jalan jalan ,lama aku gak jalan sama kamu ". Mey mendongakkan kepalanya menatap Rara " Tapikan kerjaan kamu gimana Ra.. "  " Aku udah gak kerja Mey " ucapnya singkat Mey langsung loncat seperti anak kecil dan memeluk Rara. "Ekkheeemmm...." Suara itu membuat Rara dan Mey terkejut dan Mey segera melepaskan pelukannya, ternyata itu adalah Huda pacar Mey lebih tepatnya mantan sih . " Ngapain lo kesini Hud " ucap Mey sinis " Lo keluar...! Gue gak ada urusan sama lo " bentaknya pada Mey, ini adalah hal yang paling tidak disukai oleh Rara sikap tempramen nya dan emosinya sangat sulit dikendalikan. " Ya udah Mey yuk keluar " Rara menarik tangan Mey untuk segera meninggalkan kelas. " Heeeh..!! Lo mau kemana b*****t, gue perlu sama lo ". Huda menarik pergelangan Rara " Gak Rara gak ada lagi keperluan sama lo cowok b******k, cowok yang berhati setan kek lo " hardik Mey pada Huda, wah ternyata Mey perhatian sama Rara. " Eh anjing lo keluar sekarang atau gue bikin lo gak bisa jalan sekarang " ancamnya pada Mey Mey menarik pergelangan tangan Rara dan menatap nya dengan mata berkaca-kaca " ayo Ra aku gak mau kamu terluka lagi karena iblis ini ". " Aku gak papa Mey, kamu keluar yaa " ujarnya lembut meyakinkan Mey bahwa ia akan baik baik saja. Dengan berat hati Mey keluar kelas meninggalkan Rara, tapi Mey tak meninggalkan Rara begitu saja, Mey meninggalkan nya untuk mencari Novan. Huda langsung menarik pergelangan tangan Rara dengan kasar, mendorong Rara hingga terjatuh menghantam tembok, siku, lutut, dan dahi Rara terluka karena terkena ujung meja dan tembok. Huda mencengkram pipi Rara dengan kuat menarik baju nya hingga robek bagian samping. " Cukup Hud... Cukup " ucap Rara setengah berteriak " Kenapa raa...! Kenapa ...! " Bentaknya dengan suara menggelegar, membuat Rara semakin takut. " Jangan gini Hud aku takut hiks..hikss,, lembutlah sedikit Hud " ucapnya memohon " Kenapa, gue sayang sama lo Ra ! " Bentaknya kemudian " Kalo sayang gak gini Hud, kamu nyakitin aku" ucap Rara yang duduk memeluk lututnya sendiri sendiri " Lo gak mau gue sakiti, tapi lo mau ninggalin gue anjing " kembali mencengkram pipi Rara memaksanya bangkit. Rara hanya bisa menangis membayangkan nasibnya kini. Ia hanya berharap teman temannya segera datang. Dengan kasarnya Huda kembali menyeret Rara ke toilet . Brruuukkk....! " Sakit Hud..." Lirihnya, kepada Rara berdarah terbentur cermin didepan wastafel. Tak ada rasa kasihan Huda terus saja memaki dan memukul Rara. " Lo gak mau gue sakiti tapi lo selalu nyakiti gue anjing ...! " Maki nya pada Rara " Aku mohon Hud lepasin aku, aku gak bisa lanjutin ini semua. Kamu egois Hud kamu kasar aku gak sanggup " ucapnya sambil sesenggukan. " Berani ya lo minta gue buat ngelepas elo, lo bilang gue egois ha? oke, gue tunjukkin gimana egoisnya gue ke elo b*****t " . Umpatnya pada Rara Huda menarik Rara agar ia berdiri, lalu ia dengan sengaja merobek seragam Rara hingga terlihat bra-nya. Kemudian Huda mendorong tubuh kecil Rara hingga menghantam tembok dibelakangnya, dingan cepat Huda merapatkan tubuhnya dengan tubuh Rara, karena tinggi Huda 172 dan tinggi Rara hanya 155 jadi Huda sedikit kesusahan, karena kesusahan, Huda yang emosi kembali menampar Rara hingga ia terhuyung kelantai. Rara yang telah kehabisan tenaga karena menangis dan di siksa oleh Huda ia hanya menagis melihat Huda memperlakukannya dengan bengis, Huda mulai mendekat wajahnya ke arah Rara. Mulai menciumi bibir Rara dengan paksa, kecapan dan tangisan terdengar jelas ditoilet tersebut. " Gue tunjukkin egoisnya gue ke elo, kalok gue gak bisa miliki elo dengan baik-baik maka gue miliki elo dengan cara paksa ...! " Kemudian ia tersenyum miring dan melanjutkan aksinya. Ciuman kasarnya terus berlanjut ia bahkan sesekali menggigit bibir Rara hingga berdarah. " Auuuuhhh... Sakit " jerit Rara kala dirasa bibirnya mengeluarkan darah. " Upss... Sorry baby, kamu terlalu menggemaskan, bagaimana lo siap, ahhh apakah lo mau lebih, oh pasti, tapi tunggu sayang pemanasan dulu yaa " ujarnya kemudian ia mulai menggerayangi tubuh Rara, ketika tangan nakal Huda ingin meremas p******a Rara, Novan datang dan langsung menghajar Huda habis habisan. " Kurang ajar, b******k lo, anjing lo, b*****t , lo berani nyentuh Rara " ucap Novan penuh amarah . Lalu. Buuuggh... " Rasain... ini belum seberapa anjing, buat lo yang kelakuannya kek dajjal " hardiknya " Lo gak usah ikut campur bangke...! " Ejeknya pada Novan kemudian. buggghh.... Novan terdorong kebelakang karena tak siap menerima pukulan dari Huda, dengan penuh emosi ia membalas pukulan Huda. Buuggghh.... Bugggghh... " Mampus...! " Huda malah tertawa mengejek Novan, " Rasain, ini buat luka di kepala Rara, bugghh... ini buat luka di bibir Rara, bugghh ini buat luka dilututnya " Novan memukul Huda bertubi-tubi sampai akhirnya Huda tak sadarkan diri. Mey dengan sigap menggenakan seragam sekolah nya pada Rara, untungnya Mey menggunakan baju kaos sebagai dalamannya. Banyak siswa berkumpul ditoilet untuk melihat kejadian tersebut. Novan lalu menggendong Rara menuju UKS, dan Mey mengekor dibelakang Novan. " Ra,, bangun, Rara maaf'in aku yang tinggalin kamu sama si b*****t itu sendiri " ucap Mey terisak-isak " Bukan salah lo Mey, kalo lo tetep disana mungkin si b*****t itu sudah ngapa ngapain Rara Mey " Novan menenangkan Meyla yang sedari tadi menangis " Mey mending lo balik kelas deh, ujian udah mahmu dimulai Mey " ucap Novan " Gak Van gue gak mau, gue mau temenin Rara sampe sadar Van, gue takut si b*****t itu datang lagi Van " ucap Mey  " Gak boleh egois Mey, ayo nanti suruh perawat jagain Mey " Novan mencoba memberi pengertian pada Meyla. " Gue gak egois Van Rara begini gara-gara gue Van hikkss... " Bentaknya pada Novan. " Ya udah gue bilang sama pengawas ya siapabtau lo bisa ujian disini " Novan pun meninggalkan Mey yang tetep kekeuh banget mau nemenin Rara. Tak lama kemudian seorang guru datang membawa beberapa lembar soal ujian, untuk diberikan pada Mey dan Rara nanti. " Mey ini kamu kerjakan sekarang, waktumu banyak 90 menit, ibu akan awasi kamu disini " ucap bu Mega menatap Mey. Akhirnya mey mengerjakan ulangan nyadi dalam ruangan UKS . Ia menyelesaikan ulangannya dengan waktu yang ditentukan, bukan karena ia teliti ya, tapi karena sebentar sebentar ia melihat dan mengelus-elus kepala Rara, sampai bu Mega dibuat kesal olehnya. Rara terbangun seluruh ruangan nampak asing dilihatnya seorang wanita yang tengah tertidur pulas sambil menggenggam tangan nya, dan seorang pria yang tertidur pulas di sofa, ia menyadari ruangan ini adalah UKS sedangkan sosok yang tengah tertidur ialah Mey dan Novan. Ia bangun dan mencoba untuk duduk namun dirasakan kepalanya sangat sakit, ia kembali teringat kejadian di toilet tadi kemudian ia menangis sampai membangunkan Mey dan Novan. " Eh,, Rara tenang tenang ada aku kok temenin kamu, si b*****t itu gak bakal ganggu kamu Ra " ucap Mey dan memeluk Rara untuk menenangkan nya . " Iya Ra,, Huda gak bakal bisa ganggu kamu lagi kok karena dia udah di keluarkan dari sekolah " tambah Novan. " Baa--bajj--jju aaa--kkku robb--eekk Mey hiks hiks, Hudd--dda mau perkosss--sssaa aaa--kkku " ucap Rara sesenggukan. Novan yang mendengar itu lalu mengepalkan tangannya. " Gue janji Ra, gue bakal jagain lo " Novan meyakinkan Rara. " Ra, kamu nginep ditempat aku aja ya, kalau sampai mamah mu tau takutnya bakal berbuntut panjang " ucap Mey memberikan pendapatnya. Akhirnya hari itu Rara nginep dirumah Mey kebetulan ibu Rara sedang berada di Bogor selama seminggu, jadi Rara sedikit lega. Rara dan Mey pulang setelah Rara mengerjakan soal ujian Nasional nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN