Part 05

1436 Kata
Hari ini Rara ada janji untuk bertemu dengan pemilik toko yang akan ia beli tokonya ia segera mengirimkan alamatnya kepada dua sahabatnya. Setelah duduk beberapa menit dua sahabatnya pun datang juga. " Rara... " Sapa dua sahabatnya Rara melambaikan tangannya, mereka menunggu si pemilik tanah. " Jam berapa orang datang Ra " tanya Tiwi. " 10 menit lagi katanya Wi " balas Rara singkat. " Pesen makan dulu ya Ra " ucap Mey dengan wajah memelas " Sabar Mey lop, tunggu orangnya datang selesai acara sesi pembayaran baru deh kita makan-makan " Rara memberi pengertian pada Mey. Tak lama kemudian si pemilik toko datang dan bergabung bersama ketiganya. " Mbah Rara ya,," sapa nya ramah " Benar bu " ucap Rara sopan " Saya Mey bu, ini Tiwi " ucap Mey tanpa basa-basi sedang kan Tiwi hanya tersenyum masam melihat tingkah Mey. " Masih muda sekali mbak Rara, tapi jiwa pembisnisnya sangat besar ya " tambahnya lagi " Iya bu, saya baru pemula, sebenarnya ini adalah cita cita saya dari kecil bu " ucap Rara Setelah selesai  dengan mengurus pembayaran toko dan surat suratnya Rara dkk pergi untuk bersenang-senang mereka pergi  ke mall berbelanja, makan dan menonton bioskop. Mereka bertiga menghabiskan waktu dengan bercanda ria. Mereka pun memesan makanan sebelum pulang kerumah masing-masing, saat tengah asyik makan Mey yang sedari tadi  " Aduh mau pipis Ra, temenin yuk ke toilet " keluh Mey " Kamu Mey giliran gak enak aja ngajak aku " gerutu nya Mey terkekeh mendengar perkataan Rara, lalu mereka berdua pergi ke toilet Tiwi tetap tinggal dan melanjutkan makannya. " Rara diluar ya Mey mau pipis dulu " Mey berlari ke salah satu WC yang kosong, Rara pun mencuci tangan dan merapihkan rambutnya . Seketika rara terbelalak melihat wajah di pantulan cermin ia langsung menunduk Rara sangat ketakutan dan ia berlari keluar WC belum sempat ia melangkahkan kakinya keluar tangannya sudah dicekal dengan tangan kekar Huda Rara terus terisak dan memberontak agar bisa terlepas. " Lepas...! Lepasin aku Hud ku mohon " ucap Rara sambil menangis " Gak semudah itu ingat janji gue Ra, gue bakal miliki lo apapun caranya " Huda tersenyum sinis lalu berusaha mencium Rara namun Rara terus mengelak Huda menjadi emosi Plaakk...! Rara memegangi pipinya " Hiks.. salah aku apa Hud, tolong jauhin aku jangan ganggu aku, jangan sakiti aku " ucap nya sambil terisak " Hahaha... Gue gak bakal jauhin Lo " ucapnya tegas lalu mencengkeram pipi Rara dan melumat habis bibir kecil Rara. " Hud mpph... Lep.. mph.. " ucap Rara disela ciumannya terlepas. Arrggh... " Sakit anjing lo mau gue kasarin...! " Hardiknya. Rara yang tak tahan lagi menggigit bibir Huda hingga berdarah. Tangan Huda terangkat siap menampar gadis itu, ia memejamkan mata siap menerima rasa sakitnya.  Plak... Plakk.... Plakk.. Pukulan itu terdengar bertubi-tubi namun Rara tak merasa kesakitan , karena penasaran ia membuka matanya perlahan. " Haa...? " Ia melongo melihat Huda terkapar tak sadarkan diri, rupanya Mey sedari tadi memperhatikan Huda memperlakukan kasar sahabatnya dilihatnya Huda lengah lalu Mey menghantamnya menggunakan tempat sampah lalu menamparnya berkali-kali. " Hehehehe Rara " ucap Mey cengengesan " Makasih Mey untuk ada kamu hiks.." ucap Rara sambil terisak " Mampus lu mati sana ku " sambil terus menendang Huda yang tak sadarkan diri. Akhirnya keduanya keluar toilet " Lama banget lo pada ..! " Hardik Tiwi " Lo ngapain sembab sembab gitu Ra, lo apakan Rara, Mey? " ucap tiwi setengah membentak " Lo asal marah-marah wi gak tau kejadian " ketus Mey . " Tadi ada si b*****t anjing gila itu, lagi-lagi dia mau nyiksa Rara makanya kami lama " ujar Rara kesal " Mana dia Ra biar gue patahin hidungnya " ucap Tiwi dengan serius " Di WC " ucap Mey singkat " emang lo mau apa Wi " udah lo liat aja  Tiwi pergi ke toilet dan kembali dengan tersenyum lebar, rupanya ia memfoto Huda lalu di sebarkan di grup kelas dengan tulisan yang menyertai " Ini laki-laki m***m suka mengintip wanita  buang air " .  Banyak dari mereka yang menghujat Huda . " Astaga wi gak keterlaluan apa " ucap Rara  " Lo aneh deh Ra, cowok b*****t gini masih aja lo kasihani " ketus Tiwi kemudian " Aku share ke media sosialku ah wi " tambah Mey Mey juga ikut berbalas pesan di grup, membenarkan kejadian tersebut ia juga memberi tahu bahwa Huda berbuat hal tak senonoh hingga menyakiti ku, banyak respon negatif untuk itu. ............ Di meja makan suasana sangat sepi mereka makan dengan tenang hanya dentingan sendok saling sahut menyahut sampai makanan mereka habis. " Kak ke ruang tamu dulu mama sama papah mau ngomong " Rara mengangguk dan pergi keruang tamu disusul bu Venny. " Kakak, gimana soal pembayaran toko nya sudah beres " tanya ibunya berbasa-basi " Udah mah " jawabnya singkat " Berapa kamu beli ...? di tengah perkotaan gini gak ada yang murah murah loh Kak "  tambah papa Vero " Ah ya itu aku sangat beruntung pah, yang punya lansia dia menjual kepadaku dengan harga yang sangat murah " ucap Rara sambil tersenyum " Emang berapa  " tanya ibunya " 500 juta mah " ucapnya singkat " Bener kan kak uang itu dari yang mamah kasih" ibunya memastikan karena ia tak percaya anaknya memiliki uang sebanyak itu " Mamah gak percaya sama kakak, bentar Rara ambilin buku tabungan Rara " lalu Rara berjalan menuju kamarnya dan tak lama kembali membawa buku tabungannya lalu menyerahkan kepada ibunya. " Jadi selama ini uang yang mama kasih kamu gak pake jajan ...? " Ucap ibunya datar Rara mengangguk mengiyakan perkataan ibunya  Sedangkan papah Vero hanya tersenyum. " Bima,, sini dulu " panggil papa Vero, Bima yang baru saja pulang dari kantor langsung di panggil papahnya untuk bergabung. " Bima, papa sama mama rencananya minggu depan pergi ke Perancis, sekalian honeymoon " ucap papah Vero sambil terkekeh. " Ok...! " Hanya itu yang keluar dari mulut Bima " Berapa hari pah "  lirih Rara " Dua bulan Ra, gak papa kan ...? Kan ada Bima yang jagain kamu juga,  bisa panggil teman saat Bima kerja " ucap papa Vero panjang lebar " Papah ngapain ke Perancis sih ...? Kalok mau honeymoon bisa ke Bali aja  " . ucap Bima datar " Papah ada bisnis juga Bim, jaga adikmu jangan sampai kenapa-kenapa " ucap papah Vero menegaskan " Tapi mamah sering sering telepon Rara yaa " ucap Rara sedih " Iya sayang " ucapnya lembut lalu mencium kening anaknya. ......... Pagi ini peresmian RARa CAKE toko kue Rara. Banyak sekali pengunjung yang datang untuk sekedar melihat atau membeli kue di tempat Rara. Rara menyewa 4 orang pekerja, 2 membantunya didapur, dan 2 lagi membantunya menjaga toko. Jujur saja Rara sebenarnya sangat pandai membuat aneka kue, namun ia hanya membuatnya  untuk menghilangkan rasa jenuh nya  saja. Rara membuat beraneka ragam kue  bersama Mey dan Tiwi, Tiwi yang ibunya memang memiliki toko kue ia telah terbiasa membantu ibunya membuat, menghias hingga menata kue hasil karya tangan nya. Lain halnya dengan Mey, ia aysik berselfi ria dan mengabadikan kue yang telah selesai dihias oleh Rara dan Tiwi. " Ra laper boleh makan yang ini gak " Mey menunjuk salah satu kue buatan Rara. " Gak...! " Bentak Tiwi " Galak amat yang punya toko aja gak papa " ucap Mey sambil memanyunkan bibirnya. " Mending lo post di media sosial lo supaya banyak pelanggan Rara "  usul Tiwi " Iya bener juga wi " tambah Rara Mey pun segera memposting foto-foto kue hasil karya tangan Rara dan Tiwi di media sosialnya dengan caption. Yuk mampir ke RARA CAKE kue nya cantik yang buat juga cantik dan rasanya pastiiii enaaakkkkk Kalok gak percaya buruan cobain...! Order ke nomor 0898xxxxxxx Rara hanya tersenyum melihat sahabatnya yang telah banyak membantunya . " Aku sayang kalian, makasih ya sudah bantu aku " ucap Rara sambil menitihkan air mata. " Rara kita tuh sahabat jadi gak usah makasih, ntar mau bilang mamah ah aku kuliahnya tahun depan aja " ucap Mey gamblang " Mey ngapain kamu ikut ikut aku pake istirahat setahun, aku gak mau ngerepotin kamu Mey " ucap Rara sambil memangku kedua pipi Mey " kalok gue bantu ibu di toko, rencananya gue mau buka toko bunga juga do'ain biar bisa kecapaian " ucap Tiwi  " Aamiin " ucapnya serempak kemudian tertawa Rara pulang kerumahnya tepat jam setengah 11 malam hari ini ia sangat lelah namun ia juga sangat senang, lalu Rara kekamarnya, selesai menuntaskan rutinitas mandi dan skincare nya ia langsung mambanting tubuhnya keatas kasur dan tertidur. Makasih banget buat yang udah baca ikutin terus part selanjutnya. Kalo ada yang kurang tolong kasih tau ya kakak
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN