Zafina terperanjat, membuatnya terbangun dari tidur panjang--Zafina mengalami pingsan sejak tiga jam yang lalu. Ketika matanya terbuka yang pertama kali dilihat Zafina adalah sahabatnya, Adela Aznii. Adela sedang menggenggam tangan kanannya dengan tatapan cemas sekaligus kaget melihatnya yang tiba-tiba bangun. "Lo gak pa-pa, Za? Kok kaget gitu tidurnya, mimpi gak baik?" tanya Adela setelah dia membantu Zafina meminum air putih beberapa saat yang lalu. "Tenangin diri dulu, Za." Zafina tersenyum tipis, kemudian mengangguk. "Mimpi Mas Adam ninggalin gue," katanya dengan mata berkaca-kaca. Bibirnya kelihatan sedikit bergetar menahan tangis. Meski teramat kecewa dan marah, Zafina tetap mencintai Adam. Bagaimanapun kesalahan Adam padanya, tetap pria itu adalah rumahnya--tempat Zafina kembali.

