Aku memutuskan bertemu dengan ibu kandung Alex. Meskipun jujur baru pertama kali menginjakkan kaki ke rumah sakit jiwa. Ada rasa takut, was-was dan cemas. Keputusanku ini karena merasa tak enak padanya. Jika aku menolak diajak bertemu dengan ibu kandungnya, hati Alex pasti sangat sakit. Biar bagaimana pun, sikap Alex selama ini sudah baik padaku. Sepanjang jalan membayangkan keadaan di sana. Kalau melihat di film-film, biasanya sepanjang koridor rumah sakit ada orang gila yang berseliweran. Jantungku semakin berdetak lebih cepat ketika kendaraan roda empat yang kami tumpangi memasuki area parkir rumah sakit jiwa. Tubuhku mendadak tegang, sekelebat terpikirkan, bagaimana jika ada orang gila yang menyerang? Ya Allah, semoga saja tidak. "Yang, turun yuk!" Ajakan Alex membuatku tersentak

