Pagi hari aku dikejutkan oleh dua orang tamu papa. Mereka berbadan besar dan berkulit hitam legam. Papa terlihat berbicara serius. Apakah papa akan menjalankan rencana untuk mengamankan Erland pada acara pernikahanku besok? Aku tak berani melihat mereka lebih lama. Memutuskan berjalan ke dapur, membantu mama menyiapkan masakan. "Mah, itu di depan teman papa?" tanyaku pada mama yang tengah menata menu sarapan. "Iya. Kamu tolong bantu Mamah bikin s**u cokelat dua." "Dua? Buat siapa?" "Alex. Sebentar lagi dia datang ke rumah." Jawaban mama membuatku terkejut. Kok mama bisa tahu kalau Alex mau ke rumah? "Mamah tau dari siapa Alex mau ke sini?" tanyaku penasaran, menatap mama dari samping. "Tadi dia telepon papamu. Katanya pagi ini mau datang dan mau numpang sarapan," jawab mama di

