Kendaraan yang kami tumpangi memasuki halaman rumah yang cukup luas. Membuka kaca jendela mobil, mengitari sekeliling. "Ini rumahmu, Lex?" Tadi Alex bilang rumahnya tidak terlalu besar dan mewah. Nyatanya rumah ini mewah dan berlantai dua. Aku tertegun, melihat tanaman bungan di dalam pot berjejer rapi di depan teras. Siapa yang menyiram? "Iya. Tadi kan aku udah bilang, kita pulang ke rumahku saja." Alex menghentikkan kendaraan di dalam bagasi. Hendak membuka pintu mobil, Alex mencegah. Aku tak bisa menolak ketika Alex membukakan pintu mobil penumpang bagianku. "Makasih," ucapku mengulas senyum tipis. "Sama-sama. Semua barang-barang biar aku saja yang bawa. Kamu tunggu di depan pintu." Lagi, Alex mencegah tanganku yang hendak mengeluarkan koper. "Beneran nih? Kamu yang bawa?" "

