Tenggorokan Berlian terasa kering butuh asupan minuman. Berlian mengambil s**u kotak rasa stroberi di kulkas kantin Pak Kadir. Tangannya hendak mengeluarkan uang, tapi suara seseorang di sebelahnya membuat Berlian menoleh. "Sekalian saya bayar sama Kakak ini ya, Pak." ujarnya menunjuk Berlian yang kebingungan. "Lo bayarin gue?" tanya Berlian menatap adik kelas yang kini menerima uang kembalian dari Pak Kadir. Tangan Berlian menggantung di udara, hendak memberikan uang ke Pak Kadir, tapi ia urungkan. "Iya, Kak. Kita udah sering ketemu, nggak ada salahnya 'kan aku traktir Kakak?" Reni menyunggingkan senyumnya membuat dahi Berlian berkerut. "Tunggu, tunggu. Maksud lo apa, ya gue nggak ngerti?" Berlian menggelengkan kepalanya, baru saja ia akan menyerahkan uang ke Pak Kadir, tapi Reni mena

