Berulang kali Berlian meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidak boleh terlihat nervous. Ini bukan ajang pidato se-Indonesia, melainkan hanya bertemu dengan Damar. Ya, hanya Damar meski lelaki itu mantan yang bisa membuat jantung Berlian berdebar cepat. Berlian sedari tadi mondar-mandir di dekat kelas Damar. Menatap dengan ragu kartu pelajar yang kini di tangannya. Sejak semalam, Berlian berencana untuk memberikannya saja pada Radit agar lelaki itu yang memberikan pada Damar. Namun, Radit tidak sekolah dan tidak ada yang tahu keberadaannya. Nomornya juga masih tidak aktif dari semalam ketika Berlian menghubunginya. Jadi, Berlian memutuskan untuk menanyakannya pada Damar sekaligus memberikan kartu pelajar milik Damar yang kemarin terjatuh di dekat ruang guru. Berlian yakin bahwa Damar pasti

