"Lo ada rencana apa setelah lulus, Ber?" Usai perdebetan argumen yang tak ada habisnya dan situasi yang tak bisa dimengerti, akhirnya mereka berdua memilih untuk berdamai saja. Memilih jalan yang seharusnya tak mereka lalui saat ini. Berdamai di saat hati sama-sama belum pulih dari rasanya terluka. Damar mengajak Berlian jalan-jalan keluar sebentar. Hanya untuk satu hari ini saja, biarkan Berlian bersama Damar. Menghabiskan waktu bersama layaknya seorang teman. Mungkin nanti, mereka tak akan mengulang waktu dan kenangan yang sama lagi. Berlian menggeleng pelan menunduk menatap langkah kakinya. Dia masih belum yakin untuk menjawab pertanyaan Damar barusan. "Seperti yang lo tahu, gue selalu bingung." Berlian tidak pernah mengira bahwa ia akan jalan hari ini bersama Damar. Setelah perdebat

