Sudah satu minggu berlalu semenjak kepergian Sang Kakek, hidup Berlian terasa hampa. Dia benar-benar kesepian dan tidak tahu lagi harus bagaimana. Berlian merasakan kesedihan yang teramat mendalam. Begitu juga dengan Bimo yang sama terpukulnya. Namun, Bimo harus berusaha untuk tegar menguatkan Berlian. Saat ini hanya Bimo yang bisa menguatkan Berlian, terlebih lagi mengingat akan ada tes-tes masuk perguruan tinggi yang harus Berlian hadapi nanti. "Jangan sedih lagi, nanti Kakek ikut sedih. Banggain Kakek, buktiin kalau kamu bisa bikin Kakek bangga di sana. Kakek pasti bangga sama kamu, Ber." Berlian memeluk Kakaknya dengan serat seolah ia tidak ingin kehilangan untuk yang ke sekian kalinya. "Aku udah nggak punya siapa-siapa lagi, Kak. Ayah, Ibu, Kakek, Nenek udah pergi. Cuma Kak Bimo yan

