Kepergian

1128 Kata

"Kakek kenapa, Kak?" Tangis Berlian pecah begitu saja ketika ia menemukan Bimo di depan ruangan rawat Kakeknya sedang berbicara dengan suster. Setelah suster itu pergi, Berlian memaksa untuk masuk ke ruangan Kakeknya, tapi Bimo menahan Berlian. "Ber, kamu tenang dulu." Berlian menggelengkan kepalanya, berusaha menepis Bimo yang menghadang langkah Berlian. "Aku mau ketemu Kakek!" serunya mendorong Bimo, tapi dengan cepat Bimo mengalanginya lagi. Dia harus bisa menenangkan Berlian. Bimo tahu betul Berlian, adiknya itu tidak akan bisa tenang jika sesuatu terjadi pada Kakeknya. "Kakek lagi ditangani sama dokter spesialis. Kamu tunggu di sini, doain Kakek." Melihat Berlian menangis membuat Bimo memeluk adik satu-satunya itu, berusaha menenangkan dan meyakinkannya bahwa semua akan baik-baik s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN