"Lo 'kan yang kirim pesan ke Berlian pake hape gue?" Damar masih mengenakan seragam sekolahnya ke rumah Radit. Lelaki itu menghampiri Radit yang tengah merebahkan tubuhnya di atas sofa sembari memainkan ponsel. "Apaan sih lo dateng-dateng?" Radit mendengus, melirik sekilas lalu kembali asyik menatap layar ponselnya. "Duduk dulu napa!" dengus Radit lagi. Melihat Radit membuat Damar menghela napas, ia duduk di sofa seberang Radit. "Jadi, lo ke kelas gue pinjem hape cuma mau kirim pesan ke Berlian?" tanya Damar memastikan. Radit mengerjapkan matanya, menganggukan kepala membuat Damar mengusap wajahnya frustasi. "Sinting emang lo!" "Lho, gue 'kan cuma mau melakukan apa yang harus gue lakukan. Terserah gue dong!" Radit menegakkan tubuhnya menatap Damar. Damar lupa bahwa sahabatnya itu mema

