Damar merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia teringat dengan perkataan Radit yang memintanya untuk menyelesaikan semua masalah yang telah terjadi antara ia dan Berlian. Namun, Damar tidak tahu harus melakukan apa untuk memperbaiki semuanya. Damar mendudukan tubuh di tepi kasur, membuka ponselnya menampilkan nama Berlian di sama. Mata Damar terpejam, menghela napas berat. Damar benar-benar tidak tahu dengan perasaannya kepada Berlian saat ini seperti apa. Damar juga tidak terpikir untuk kembali menjalin hubungan bersama Berlian. Namun, tetap saja ia harus bisa memperbaiki semuanya dan meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan kepada Berlian. Mungkin untuk saat ini Damar akan mengikuti dan memikirkan betul-betul apa yang Radit ucapkan kepadanya. Tangan Damar mengetikkan sesuatu di atas k

