bc

Juan and the dream of change

book_age18+
118
IKUTI
1K
BACA
revenge
HE
tragedy
no-couple
heavy
kicking
icy
ambitious
realistic earth
crime
like
intro-logo
Uraian

“Aku tidak akan kalah lagi kali ini. Setiap nyawa yang hilang dari anggotaku dan saudaraku, akan kutuntaskan hari ini. Semua yang menaruh harapan, tidak akan pernah lagi ku sia-siakan. Aku tidak kalah!” Juan bangkit dan memberikan serangan terakhirnya pada El-Chapo.

Kisash ini tentang Juan, pemimpin dari kelompok Zervanous. Kehilangan banyak anggota hingga adiknya, membuatnya depresi. Kenangan buruk itu memupuk kebencian yang mendalam dalam dirinya. Ia tak bisa berhenti menyalahkan dirinya atas kegagalan melindungi kelompoknya juga sang adik. Hingga membuat banyak anggota serta adiknya sendiri terbunuh dalam satu malam.

Juan sempat tertatih untuk bangkit, tekadnya yang kuat dan dendamnya yang membara membuatnya bisa lebih cepat bangkit untuk segera membalas dendam. Hingga pertemuannya dengan seorang anak bernama Artur merubah segalanya. Juan banyak belajar tentang arti kehidupan, memiliki seorang teman, dan juga kasih sayang keluarga. Dari Artur juga dirinya memnyempurnakan rasa dendamnya. Dendam seorang pemimpin, seorang kakak, seorang teman, dan dendam seorang mafia.

chap-preview
Pratinjau gratis
Kesalahan Marco
Beberapa minggu setelah perjanjian perdamaian ditanda tangani. Seluruh kelompok mafia dan gangster di kota Les Pareles ikut menandatangani perjanjian perdamaian. Termasuk di dalamnya kelompok Zervanos yang dipimpin oleh Juan.   Malam ini Juan tengah berkumpul di markasnya. Ia bersama para anggotanya tengah merayakan keberhasilan mereka dalam melakukan transaksi jual beli barang haram. Malam ini juga beberapa dari mereka melaporkan pada Juan tentang keberhasilan mereka dalam menjual senjata ilegal ke beberapa negara dan kelompok lain yang membutuhkan. Hal itu tentu membuat Juan semakin senang. Juan menjadikan malam itu sebagai ajang untuk pesta perayaan.   "Ini untuk kalian semua! Bersulang!" Juan mengajak semua anggotanya bersulang.   "Demi kejayaan Zervanos!"   Pesta perayaan pun dimulai. Di tempat yang lain, Marco yang merupakan adik dari Juan. Ia tengah berada di suatu tempat. Berniat untuk melakukan sabotase kepada kelompok mafia The Son of Lucifer yang akan melakukan transaksi jual beli barang haram.   Marco melakukan hal tersebut semata-mata untuk menghadiahkannya pada Juan sang kakak. Ia ingin membuat sang kakak bangga dengan keberhasilannya menggagalkan transaksi pesaing mereka.   Ia kini tengah menunggu mobil yang membawa barang haram milik The Son of Lucifer lewat. Marco mencegat mobil tersebut di dalam sebuah terowongan. Tidak mudah bagi Marco untuk melakukan aksinya. Mobil tersebut diikuti beberapa mobil lain yang berisi para anggota mafia yang ditugaskan sebagai pengawal.   Tampak dari kejauhan, lampu mobil terlihat. Terdengar decitan ban dan deru mesin mobil mendekati terowongan. Begitu rombongan mobil yang berjumlah tiga mobil itu masuk ke dalam terowongan tiba-tiba terdengar ledekan.   Booom! Booom! Booom! Duar!   "Hahahaha, tepat sesuai dugaanku. Tiga mobil meledak semuanya. Ini memang seni yang menyenangkan," gumam Marco tatkala melihat mobil-mobil yang meledak.   Tersisa satu mobil box yang hanya terguling tak meledak seperti yang lain. Bahkan mobil itu tak terbakar sama sekali. Mobil yang memang dirancang tahan terhadap ledakan.   Marco turun dari tempatnya bersembunyi. Ia menuju ke arah mobil-mobil yang terbakar, memastikan semuanya sudah tewas terbakar. Ia lalu menuju mobil box yang terguling. Menembak beberapa orang yang terlempar keluar. Memastikan mereka semua tewas.   Selesai dengan itu, Marco kemudian masuk ke box belakang mobil. Ia mengambil beberapa barang haram lalu memasukkannya ke dalam kantong yang sudah ia siapkan sebelumnya.   Tak lama mobil box lain datang dari arah yang berlawanan. Lampunya begitu menyilaukan mata. Mobil tersebut berhenti tepat di depan mobil box yang terguling.   Marco keluar setelah selesai memasukkan barang yang bisa ia ambil. Ia kemudian menuju mobil box yang baru tiba tersebut. Sang pengemudi mobil box pun ikut keluar menemui Marco.   "Kerja bagus, sesuai dengan pesananku. Kau tunggu sebentar, bawa ini masuk ke dalam. Aku ada seni yang harus ku selesaikan," ujar Marco sambil melemparkan kantung yang ia genggam.   Marco kembali ke mobil box itu dan berniat meledakkannya kembali. Ia kemudian memasukkan peledak ke dalam box belakang dan akan meledakkannya begitu dirinya berhasil keluar dari terowongan.   "Sudah?"   "Sudah. Ayo kita pergi."   "Apa yang kau buat?"   "Sebuah seni meledakkan."   Duaarr!! Duarr!! Suara ledakan kembali berbunyi dari dalam terowongan.   Marco dalam perjalanan menuju tempat transaksi kelompok The Son of Lucifer. Di tengah perjalanan ia menembak orang yang berada di sampingnya. Orang yang mengantarkan mobil box itu padanya. Alasannya agar tidak ada yang tahu rencana yang ia lakukan.   Tibalah Marco di tempat transaksi. Lampu mobilnya yang silau membuat para penadah barang haram terganggu penglihatannya.      Marco dengan cepat menabrakan mobil itu hingga membuat beberapa mobil mereka hancur. Segera ia turun lalu menembak mereka semua. Ia membunuh satu per satu hingga tak tersisa. Marco lalu menuju ke mobil yang berisi sebuah koper. Ia membuka koper tersebut dan menemukan banyak uang di dalamnya.    Mobil itu terdapat seseorang yang masih kritis. Marco menendangnya keluar. Ia tak membunuhnya. Membiarkannya mati perlahan-lahan karena kehabisan darah. Marco kemudian membawa mobil tersebut pergi dari tempat itu. Tak lupa ia menjalankan seninya dalam meledakkan. Suara ledakan keras dari tempat itu hanya dilihatnya dari spion mobil.     “Selamat tahun baru untukmu, El-Chapo! Jangan pernah remehkan kelompok Zervanos! Ini awal perang dariku!” ujarnya seraya melihat ke spion mobil.      Marco mengendarai mobil kembali ke markas Zervanos. Di markas, Juan tampak cemas menunggu Marco. Ia tak bisa menghubungi sang adik sejak tadi. Tak berselang lama, Marco tiba sambil membawa sebuah koper. Ia tampak disambut oleh anggota lain yang mengajaknya bersulang.      “Dari mana saja kau? Kenapa jam segini baru datang? Kau tidak melupakan perayaan ini, kan? Kau tidak sedang mencari masalah di luar sana, kan?” Juan langsung mencecar beberapa pertanyaan kepada Marco yang baru tiba.      “Tenanglah saudaraku, kau tidak perlu menunjukkan wajah marah begitu. Aku tidak mungkin melupakan perayaan ini. Aku membawakan hadiah untukmu dan untuk kelompok Zervanos. Kau pasti akan menyukainya.” Marco meletakkan koper yang ia bawa ke atas meja. Ia lalu membuka koper tersebut dan memperlihatkan isi koper yang ternyata uang dalam jumlah banyak.      Hal tersebut sontak membuat para anggota lain berdecak kagum. Mereka sampai bersorak sorai dan memberikan tepukan yang meriah pada Marco. Menganggap apa yang dibawa Marco adalah sebuah keberhasilan sekaligus tanda kalau kelompok Zervanos kini sudah berada di atas.      “Kau memang yang terbaik, Marco! Hidup Marco!” ujar salah seorang anggota yang diikuti anggota lain.      “Tenanglah, itu belum seberapa. Aku juga punya hadiah kecil lain untuk kalian.” Marco mengeluarkan beberapa paket barang haram dari dalam tasnya. Ia meletakkannya di atas meja.      Ia mengira perbuatannya kali ini akan mendapatkan sambutan lebih meriah dari sebelumnya, tapi ternyata tidak. Juan justru mencurigai seluruh barang yang didapatkan oleh Marco. Zervanos tak memiliki barang sebanyak itu.      “Kau dapat semua ini dari mana? Aku tidak pernah memberikanmu barang sebanyak ini dan kita memang tidak pernah punya barang sebanyak ini. Hanya ada satu kelompok yang mampu memproduksi dan menjual dalam jumlah sebanyak ini, The Son of Lucifer. Katakan kalau kau tidak mencurinya dari mereka?!” Juan mempertanyakan asal semua barang yang dibawa oleh Marco.      Marco dengan senang hati mengiyakan pertanyaan Juan. Ia bahkan seolah tak peduli dengan nama besar The Son of Lucifer. Marco terkesan mencari gara-gara dan menantang kelompok tersebut.   “Iya, aku mencurinya dari mereka. Kenapa memangnya? Bukankah itu hal bagus? Seharusnya kau dan yang lain senang aku bisa melakukan ini. Sebagai bukti kalau Zervanos tidak takut pada apa pun dan siapa pun. Bahkan, sekelas The Son of Lucifer harus kenal siapa kita!” ujarnya dengan penuh keangkuhan.  

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Marriage Aggreement

read
87.2K
bc

Pengacara Itu Mantan Suamiku

read
1.2K
bc

Troublemaker Secret Agent

read
59.9K
bc

Scandal Para Ipar

read
708.5K
bc

JANUARI

read
49.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
191.1K
bc

DIHAMILI PAKSA Duda Mafia Anak 1

read
42.0K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook