Para mafia tersebut keluar dan berpapasan dengan salah satu oknum polisi yang sejak tadi menguping dari luar percakapan mereka. Juan yang tak mengetahui keberadaan dari oknum polisi tersebut kemudian melanjutkan percakapannya dengan kedua temannya. Sementara si oknum tadi hendak diberikan teguran oleh para mafia.
"Apa yang kau lakukan disini?! Jangan macam-macam dengan wilayah kami. Jika kau masih ingin pekerjaanmu dan nyawamu masih menempel pada tubuhmu Jangan pernah campuri urusan kami! Kau mengerti!" Gertak salah satu bagian dari mafia tersebut kepada si oknum polisi.
"Aku tidak ada urusan apa-apa dengan kalian. Tapi aku punya sesuatu yang mungkin kalian butuhkan."
"Apa itu?! Kau jangan coba bermain-main dengan kami!"
"Aku perlu waktu untuk membuktikannya."
"Waktumu 1 bulan dari sekarang untuk membuktikannya. Jika sesuatu ingin ku buktikan adalah hal yang penting maka kami sangat berterima kasih padamu. Akan ada imbalan untuk apa yang kau kerjakan. Akan tetapi, jika kau tidak bisa membuktikannya dalam jangka waktu yang kami berikan. Kau tahu harus membayarnya dengan apa," bisik mafia tersebut.
"Aku mengerti. Kalian tak akan kecewa."
Para mafia tersebut kemudian pergi melepaskan si oknum. Sementara si oknum mencoba menenangkan dirinya sebab baru saja terlepas dari ancaman para mafia. Ia tak langsung masuk ke dalam bar. Dirinya masih coba menguping dan menggali informasi dari luar.
"Ini dia mangsaku. Mereka ada di hadapanku sekarang. Aku bisa memanfaatkan ini semua," gumam si oknum begitu melihat Diego dan Sanchez keluar dari persembunyiannya.
"Ada apa, Juan? Apa yang dikatakan para mafia itu? Kenapa kau memberikannya uang?"
"Mereka datang memang untuk itu. Aku tak ingin ambil pusing karenanya. Kita masih bisa dapat untung dari penjualan bulan ini. Ketimbang berdebat terlalu lama degan para mafia itu. Lebih baik memberikan saja apa yang mereka minta. Aku hanya takut emosiku meledak dan tak bisa dikendalikan. Membuat semuanya jadi berantakan."
"Hanya itu yang mereka cari dari sini? Mereka tidak menanyakan hal yang lain?"
"Seperti biasa mereka masih menuduh dan mencari kalian ada di tempat ini. Aku terlalu malas untuk berdebat dengan mereka jadi kupinta mereka untuk pergi."
"Kalau benar begitu cepat atau lambat mereka akan bisa menemukan kita. Cepat atau lambat mereka akan menangkap ku. Sepertinya aku harus bersiap-siap untuk hal itu," kata Sanchez pasrah dengan keadaan.
"Kau jangan berkata seperti itu! Tidak akan ada yang terjadi dan tidak akan ada yang menangkapmu percayalah padaku. Selama aku masih hidup tidak akan ada yang menyentuh kalian!" Tegas Juan.
"Hal itu bisa saja terjadi di jika tidak ada yang mengetahui kalau kita ada di sini. Jika ada seseorang yang mengetahui kalau aku ada disini ini. Ia pasti mengabarkannya kepada para mafia tersebut. Karena para mafia pasti akan memberikan imbalan kepada mereka yang berhasil menemukan ku dan membawaku kepada mereka."
"Kau tenang saja! Tidak ada yang akan mengetahui keberadaan mu ada disini. Orang-orang yang datang ke tempat ini mereka tidak terlalu memperdulikan siapa dirimu dan untuk apa mereka juga bekerjasama dengan para mafia itu. Tidak akan ada yang mengadukan mu kepada para mafia kecuali seorang penghianat!"
"Sepertinya begitu, tapi kita melupakan seseorang yang sejak tadi di berdiri di belakangmu Juan," kata Diego sembari memberi isyarat agar Juan membalik badannya.
Juan kemudian berbalik badan. Ia terkejut begitu melihat ada oknum polisi yang berdiri dibelakangnya sejak tadi. Orang tersebut pasti menguping semua pembicaraan mereka. Sambil memasang wajah yang tercengang, Juan dihampiri oleh oknum polisi tersebut. Si oknum berjalan sembari tersenyum. Senyuman licik yang tergambar di wajahnya karena berhasil mencuri informasi sejak tadi.
"Apa yang kau lakukan disini?! Sejak kapan kau berdiri di sana?! Beraninya kau!" Juan murka terhadap oknum polisi tersebut.
Si oknum dengan santai terus berjalan menghampiri Juan. Ia tak merasakan rasa takut meski Juan telah menunjukkan kan ekspresi yang kurang bersahabat.
"Tenang saja aku datang hanya untuk berkunjung. Aku hanya mengunjungi teman lama yang sudah lama tidak aku kunjungi. Aku juga di sini sebagai pembeli, seharusnya kau memasang wajah yang gembira melihat kehadiranku bukan justru sebaliknya."
Tempat begitu si oknum polisi berada di hadapan Juan. Tanpa pikir panjang Juan langsung menarik kerah baju dari polisi tersebut. Ia mengangkatnya lalu mendorongnya ke tembok. Kaki polisi tersebut sampai terangkat dari permukaan lantai. Si oknum polisi mulai merasakan takut karena cekikan Juan membuatnya sulit untuk bernafas.
"Kau jangan main-main denganku! Katakan! Apa maksud dan tujuan mu! Kau pasti mendengarkan pembicaraan yang sejak tadi kami lakukan!" ucap Juan
Si oknum polisi tersebut kesulitan untuk berkata-kata Karena posisinya sedang tercekik. Kedua temannya Juan lantas mencoba untuk menenangkannya. Mereka mencoba menghentikan Juan sebelum ia menghajar oknum tersebut habis-habisan.
Usaha kedua temannya pun membuahkan hasil. Juan kemudian melepaskan tangannya dari kerah si oknum dan menurunkannya.
Oknum polisi tersebut kemudian merapikan pakaiannya. Mencoba menenangkan dirinya yang sempat syok karena perbuatan Juan.
"Sekarang katakan padaku Apa maksud dan tujuan sebelum aku berubah pikiran dan membuatmu menyesal," kata Juan mengancam oknum tersebut agar berbicara.
"Kau masih tidak berubah ya sejak dulu. Sejak pertama kita bertemu kau masih begitu emosional."
"Jangan memancing amarah aku lagi! Katakan saja apa maksud dan tujuan mu!"
"Aku tidak memiliki maksud apapun untuk datang ke sini. Seperti biasa aku hanya ingin menawarkan kerjasama dengan mu. Itupun jika kau mau aku tidak akan memaksa."
"Aku tidak akan bekerjasama dengan mu sampai kapanpun! Jika itu tujuan muncul datang ke sini lebih baik kau pergi sebelum aku berubah pikiran."
"Kalau begitu Kau akan berubah pikiran setelah aku mengatakan ini."
Oknum polisi tersebut kemudian menarik Sanchez. Ia kemudian mengalungkan tangannya pada leher Sanchez membuat Sanchez berteriak dan meminta tolong kepada Juan.
"Jika kau mendekat akan ku patahkan lehernya."
Juan menuruti kemauan si oknum. Ia menahan langkahnya agar Sanchez dalam keadaan baik-baik saja.
"Aku sedikit mendengar kabar burung begitu tiba di tempat. Kukira anak-anak ini adalah anak-anak biasa pada umumnya. Ternyata aku salah! Mereka adalah harta karun yang sangat amat berharga. Aku hendak mengajak kerjasama dengan mu agar kau tetap memiliki harta karun ini. Aku yakin kau tidak akan ingin menyerahkan mereka kepada para mafia tersebut bukan? Itu terserah padamu tapi aku mengetahui semua rahasia nya."
"Jangan dengarkan dia Juan! Dia hanya menjebakmu! Kau tidak boleh bekerja sama dengannya!" Teriak Sanchez.
"Diam kau anak kecil! Jangan ikut campur urusan orang dewasa!" Oknum polisi tersebut kemudian menutup mulut Sanchez dengan tangannya.
Suasana semakin tak terkendali. Juan dipaksa untuk berpikir cepat mengambil keputusan yang terbaik. Ia tak boleh salah melangkah atau ia bisa mengancam nyawa dari teman-temannya. Pilihannya hanya dua bekerjasama dengan si oknum atau kedua temannya dalam bahaya.
Bersambung