Keesokan harinya pria yang sama datang kembali ke tempat Juan. Juan yang baru selesai membuka bar miliknya dikejutkan dengan kehadiran pria tersebut. Ia terkejut karena pria tersebut datang secara tiba-tiba. Khawatir kalau ada masalah baru yang terjadi. Sehingga mengharuskan pria tersebut datang begitu pagi.
"Selamat pagi. Maaf mengganggumu pagi-pagi begini," ucap pria tersebut begitu datang.
"Selamat pagi juga, Tuan. Ada apa gerangan? Kenapa engkau begitu pagi datang ke tempatku. Aku baru saja buka," sahut Juan yang merasa bingung dengan kehadiran pria itu.
"Apakah aku mengganggumu pagi-pagi datang ke sini? Kau tidak keberatan, kan? Aku datang mengunjungimu?"
"Tentu tidak, Tuan. Silahkan masuk jika kau mau. Biar aku ambilkan minuman. Kau tampak haus."
"Tidak perlu repot-repot begitu. Aku hanya mampir ke sini. Kemarin kau sudah membantuku. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih dan memberikanmu ini. Memang tidak seberapa tapi kuharap kau mau menerimanya." Pria tersebut menyodorkan kantong plastik putih berisi sesuatu sebagai hadiah untuk Juan.
Juan merasa pelik, tiba-tiba pria itu datang membawa hadiah padanya. Ia awalnya curiga tapi segera menampik perasaan tersebut. Ia kemudian menerima pemberian dari pria tersebut. Begitu dibuka ternyata beberapa macam buah-buahan segar yang diberikan pria itu kepada Juan.
"Terima kasih banyak. Aku merasa tidak enak jadinya kau memberikanku hadiah sebanyak ini. Aku benar-benar berterima kasih atas pemberianmu," ucap Juan merasa senang atas pemberian pria tersebut.
"Sama-sama. Aku hanya bisa memberikan ini. Aku harus segera pergi. Permisi," pamit pria tersebut selepas memberikan Juan hadiah.
Juan kemudian masuk ke dalam barnya sambil membawa plastik berisi buah tersebut. Melihat Juan membawa sesuatu, timbul rasa penasaran dari Diego. Ia kemudian menanyakan perihal isi dari plastik yang dibawa oleh Juan.
"Apa yang bawa itu, Juan? Siapa yang memberikannya padamu?" tanya Diego penasaran.
"Ini hadiah yang diberikan oleh pria yang kemarin ku tolong. Isinya buah-buahan segar. Apa kau mau mencoba satu?"
"Ah tidak. Nanti saja kalau aku ingin aku ambil sendiri."
"Baiklah kalau begitu."
Juan kemudian berjalan masuk menuju lemari pendingin. Ia meletakkan buah-buahan tersebut di dalamnya agar lebih tahan lama. Memudahkan ia jika ingin memakan buah tersebut. Ketika selesai meletakkan buah tersebut di dalam pendingin. Juan mendapatkan sebuah ide untuk membuat minuman dengan bahan dasar dari buah. Rasa manis alami buah dan kesegarannya pasti akan menambah nikmat minuman yang dibuat oleh Juan.
Sejak saat itu Juan mulai membuat minuman dengan campuran buah di dalamnya. Tak jarang bahan dasarnya benar-benar terbuat dari buah. Hanya ia tambahkan beberapa bahan untuk menambah rasa dari minumannya. Respon dari para pelanggannya ternyata bagus. Mereka suka dengan inovasi yang dibuat oleh Juan. Alhasil, bar miliknya tak pernah sepi pengunjung. Mereka terus datang dan datang lagi.
Tak hanya para pelanggan yang sering datang. Masalah pun semakin banyak dan sering menimpa Juan dan kawan-kawan. Terlebih setelah kejadian ia menyelamatkan tokonya tukang buah. Banyak para pedagang dan orang-orang biasa yang meminta bantuan darinya. Bahkan tak sedikit dari mereka meminta perlindungan darinya hingga rela memberikan uang pada Juan untuk menjadi penjaga pribadi mereka.
Juan menjadi pahlawan baru bagi kaum yang lemah dan sering ditindas. Kesibukannya semakin bertambah hingga membuatnya mulai kewalahan. Silih berganti orang yang datang membuatnya menjadi jarang berdiam di bar miliknya. Bar tersebut lebih sering diisi oleh kedua temannya yaitu Diego dan Sanchez.
Sementara Juan sibuk memainkan peran barunya menjadi pahlawan sekaligus penjaga orang-orang yang lemah di sana.
Hingga suatu ketika ia terpaksa harus berbenturan dengan beberapa kelompok dalam waktu yang bersamaan. Mereka sama-sama ingin menagih pajak dari para pedagang, tapi secara kebetulan bertemu dengan Juan yang menghadang mereka.
Membuat perkelahian tak terhindarkan. Banyak pertarungan yang Juan lakukan dan semuanya ia menangkan. Beberapa pertarungan meninggalkan luka di tubuhnya.
Namanya kini banyak dikenal oleh orang di sana. Baik lawan maupun kawan. Mereka semua segan dengan nama besar Juan yang sekarang.
"Arthur!" teriak Juan begitu melihat Arthur yang sedang memerhatikannya dari jauh.
Arthur yang ketahuan segera berusaha pergi menghindari Juan. Juan segera mengejarnya. Aksi kejar-kejaran tak terhidarkan di antara keduanya. Juan mengejar Arthur hingga ke sebuah tempat yang tersembunyi. Arthur seolah membawa Juan berlari ke tempat tersebut.
"Kenapa kau lari dariku, Arthur? Apakah aku membuat kesalahan? Aku minta maaf untuk perdebatan yang terjadi waktu itu. Aku tak bermaksud menyinggung perasaanmu."
"Kau tidak mengerti, Juan. Tinggalkan aku sendiri. Kau lebih aman jika tak harus dekat denganku."
"Apa yang terjadi? Kenapa kau tampak begitu ketakutan? Kenapa kau sampai mengajakku ke tempat seperti ini? Katakan semuanya, Arthur. Aku butuh penjelasan darimu. Bukankah kita teman baik?"
"Para mafia itu sudah mencurigai gerak-gerik ku selama ini. Mereka mengancamku jika sampai aku berhenti menjadi kurir bagi mereka. Mereka mengancam semua yang ada di sekitar ku termasuk kau, Diego, dan Sanchez. Untuk itu aku menjauh sementara waktu darimu. Aku harus melakukan ini, Juan. Tak ada pilihan lain."
"Tapi kenapa kau harus lakukan ini? Kau bisa katakan hal ini padaku sejak awal. Aku akan membereskan mereka semua untukmu. Kau tak perlu khawatir. Kau tak perlu hidup dalam perasaan ketakutan seperti itu. Aku bisa melakukannya untukmu."
"Kau tak mengerti, Juan! Ini bukan tanggung jawab mu! Ini sudah tugasku untuk menjauhi kalian sampai waktunya tepat. Aku hanya meminta kepadamu untuk menjaga Sanchez dan Diego. Terutama Sanchez, para mafia sedang mengincarnya. Cepat atau lambat kau pun diincar oleh mereka. Desas-desus yang beredar tentang namamu sudah semakin kencang. Banyak orang-orang yang tak takut lagi pada para mafia karena ada kau. Mereka pasti akan menyusun rencana untuk mengalahkan mu, Juan! Kau harus berhati-hati."
"Kau mencemaskan orang yang salah, Arthur! Kau tidak mengenalku! Kau menyepelekan ku. Seolah-olah aku benar-benar tidak bisa melindungi kalian. Aku akan buktikan padamu. Aku akan mengalahkan mereka dan membebaskan tempat ini dari belenggu para mafia itu!"
"Aku sama sekali tidak bermaksud seperti itu, Juan! Mereka sedang menyusun rencana. Kekuatan yang dibangun pasti jauh lebih besar dari sebelumnya. Aku hanya khawatir kemungkinan terburuk yang bisa saja terjadi. Bos dari para mafia yang turun tangan memebreskanmu. Tidak ada ampun tidak ada kesempatan. Aku hanya mengingatkanmu. Waktuku tak banyak. Ku titipkan Diego dan Sanchez padamu. Aku harus pergi!" Arthur kemudian pergi meninggalkan Juan.
Juan tak bisa menahan Arthur pergi. Ia yang kesal karena tak bisa melakukan apapun untuk membantu temannya. Meluapkan kemarahannya dengan menendang tempat sampah yang ada di dekatnya hingga membuat sampahnya berserakan keluar.
Bersambung