Para Berandalan Kembali Berulah

1166 Kata
Juan sedang berdiri di luar barnya. Begitu ia hendak masuk tiba-tiba ada seorang pria berlari ke arahnya seperti meminta tolong padanya. Juan kemudian berbalik badan melihat ke arah pria tersebut. "Ada apa? Kenapa Anda berlari seperti itu? Apa yang membuat Anda berlari?" Begitu pria tersebut tiba di hadapannya. Pria tersebut tersengal-sengal akibat berlari. Ia mengatur nafasnya sebentar baru mengatakan apa yang sebenarnya terjadi padanya. "Toko ku didatangi oleh para berandal yang hendak meminta upeti. Padahal baru beberapa minggu yang lalu aku memberikannya. Aku juga membayar untuk oknum polisi dan para mafia. Tiga kali aku harus membayarnya bulan ini sementara mereka datang kembali dengan alasan untuk meminta jatah yang sama," ujar pria tersebut mengadu kepada Juan. Juan amat terkejut mendengar penjelasan dari pria tersebut. Ia tak menyangka kalau orang-orang yang lemah di tempat ini akan ditindak seperti itu. Padahal para berandal tersebut sudah diberikan pelajaran oleh Juan. Rupanya mereka tidak jera justru mereka mencari tempat lain yang bisa mereka tindas. "Apa benar begitu kejadiannya tuan? Apakah mereka masih ada di tempatmu sekarang?" "Mereka masih ada di tempatku. Aku berlari menyelamatkan diri karena mereka hendak menghancurkan tempat usahaku. Aku hanyalah penjual buah. Tak jauh dari tempat ini. Penghasilanku belum tentu ada setiap hari. Tolong aku! Aku tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa," minta pria tersebut memelas agar Juan mau membantunya. "Anda tenang saja tuan. Anda aman di sini ayo kita masuk dulu. Tenangkan dirimu didalam biar nanti aku yang urus semuanya." Juan membawa pria tersebut masuk kedalam barnya. Kedua temannya merasa terkejut ketika ia datang bersama seorang pria. Mereka lantas menghampiri Juan. "Silakan Anda duduk dulu biar aku ambilkan minum," kata Juan mempersilakan pria tersebut untuk duduk. "Siapa pria tersebut Juan? Kenapa kau bawa masuk dia ke sini? Apakah ia bagian dari para mafia yang sedang ditugaskan untuk memata-matai tempat ini," tanya Diego penasaran. "Pria tersebut sudah meminta bantuan pada kita. Ia sedang dalam masalah. Menanyakan perihal siapa dia sepertinya bukan waktu yang pas sekarang. Yang terpenting dia aman di sini." Juan kemudian mengantarkan gelas minuman dan disuguhkannya kepada pria tersebut. Dengan tangan yang gemetar pria tersebut menerima gelas yang diberikan oleh Juan. Ia segera meneguk air tersebut hingga habis. "Sekarang ada lebih baik disini untuk sementara waktu. Biarkan aku ke tempat anda dan membereskan para berandal tersebut. Akan kupastikan orang-orang tersebut tidak akan lagi mengganggu Anda. Jika mereka Sampai berani lagi mengganggu anda dan datang ketempat anda maka biar saya yang menghadapi dengan tangan saya sendiri," kata Juan. "Terima kasih banyak. Aku sangat berterima kasih kepadamu jika kau bersedia membantu ku." "Kalian berdua tunggu di sini jangan kemana-mana. Tunggu aku sampai kembali aku titip orang ini," pesan Juan kepada kedua temannya. "Tapi bagaimana jika ini hanya jebakan? Bagaimana kau memang dipancing keluar dari tempat ini sementara ada orang-orang lain yang kemudian masuk setelahnya. Bagaimana jika kau di sana memang sudah dipersiapkan perangkap," bisik Sanchez merasa curiga dengan pria tersebut. "Kau tenang saja. Aku akan berhati-hati. Kita akan buat perhitungan dengannya bila dugaanmu itu benar." Selesai berpesan kepada kedua temannya Juan pun pergi. Menitipkan pria tersebut yang sedang dalam ketakutan kepada kedua temannya. Ia segera berlari menuju tempat yang dimaksud oleh pria tersebut. Tak butuh waktu lama untuk Juan tiba di tempat tersebut. Setibanya disana ia terkejut melihat tempat tersebut sudah berantakan. Buah-buahan yang sebelumnya tersusun rapi di dalam rak sudah berserakan di jalan. Juan yakin orang-orang tersebut masih berada di tempat tersebut. Ia kemudian segera masuk kedalam untuk memeriksa keadaan dan mencari orang-orang tersebut. Dugaannya tak meleset sedikitpun, orang-orang tersebut sedang duduk-duduk menunggu pemilik tempat tersebut kembali dan membayarkan upeti kepada mereka. Bukannya pemilik tempat tersebut yang datang mereka justru berhadapan kembali dengan Juan. Begitu cuman mendobrak masuk mereka langsung terkejut. Mata mereka terbelalak menatap kearah Juan yang menatap mereka dengan tatapan tajam dan aura penuh kemarahan. Beberapa dari mereka tampak gemetar dan hendak melarikan diri dari tempat tersebut. Tapi langkah mereka terpaku karena terhipnotis dengan kehadiran Juan di sana. "Aku sudah memberikan kalian kesempatan untuk berhenti mengganggu. Tapi kalian tidak menemukan rasa jera dari pelajaran yang telah kuberikan. Kalian justru kembali membuat onar dan menindas orang-orang yang lemah." "Kami tidak mengganggu tempatmu. Hanya meminta apa yang seharusnya diberikan oleh pemilik tempat ini. Ini bukan lagi urusanmu! Kau tidak perlu menghalang-halangi apa yang kami lakukan," kata salah seorang dari mereka seakan-akan menantang Juan. "Memang kalian tidak melakukan hal ini di tempatku. Tapi perbuatan kalian bukan berarti akan aku diamkan. Aku tidak akan membiarkan kalian menindas lebih banyak lagi orang-orang. Selama ada aku! Aku tidak akan membiarkan sedikitpun kalian berulah di tempat ini," kata Juan mengancam mereka. "Sekarang Kau bertindak layaknya pahlawan ya! Jika memang itu maumu maka kami tidak akan membiarkanmu untuk menghalang-halangi kami! Kami akan melawanmu!" Mereka langsung bangkit dari tempat duduknya. Apa yang mereka katakan bukan hanya bualan semata. Meski sudah Juan berikan pelajaran kepada mereka. Mereka tetap hendak melawan Juan. Juan tak tinggal diam. Ia segera mengambil barang tumpul yang berada di dekatnya sebagai persenjataan untuk melawan mereka. Tanpa membutuhkan waktu yang lebih lama pertarungan pun dimulai. Seperti biasa Juan harus melawan jumlah mereka yang lebih dari satu orang. Meski tidak imbang dari segi jumlah akan tetapi dari segi kualitas Juan jauh lebih unggul ketimbang mereka. Pertarungan sengit pun terjadi di antara mereka. Jual beli serangan terjadi, kedua kubu saling ingin melukai. Juan yang memiliki jam terbang lebih dalam pertarungan diuntungkan. Ia berhasil menghindari beberapa serangan yang mereka luncurkan kepadanya. Ia bahkan berhasil memberikan pukulan telak kepada beberapa anggota dari mereka hingga membuatnya tersungkur dan terpental. Satu persatu dari mereka tumbang hingga menyisakan satu orang yang berani menyahut apa yang Juan katakan. Pria tersebut dengan gagah berani berdiri berhadap-hadapan dengan Juan. Pertarungan tersebut disaksikan oleh teman-teman dari pria tersebut yang sudah terkapar. Pria tersebut berinisiatif untuk memulai serangan lebih dulu, tapi dengan mudah dipatahkan. Dengan satu kali pukulan yang begitu keras menghujam ke arah kepalanya. Pria tersebut langsung tumbang tak sadarkan diri. Juan kembali memenangkan pertarungan nya dan segera mengusir mereka untuk pergi dari tempat ini. "Sekarang kalian harus meninggalkan tempat ini sebelum Aku membunuh kalian semua! Dan ingat! Jangan pernah sekali-kali kalian datang lagi ke tempat ini dan membuat onar! Jika kalian masih berani datang lagi ke tempat ini, Aku tidak akan segan-segan menghabisi kalian satu persatu dan memberikan kalian pelajaran yang takkan pernah kalian lupakan! Pergilah kalian semua!" Juan mengusir mereka dengan keras hingga membuat mereka lari tunggang langgang. Selesai mengurus mereka semua Juan tak langsung kembali ke tempatnya. Ia merapikan tempat tersebut yang sebelumnya mereka acak-acak. Buah-buah yang berserakan Juan rapikan. Yang sudah tidak layak Juan masukkan ke dalam tempat sampah sedang yang masih bisa dikonsumsi Juan bersihkan lalu dikembalikan ke tempat semula. Semuanya ia lakukan sampai tempat tersebut kembali seperti sedia kala. Begitu semuanya tampak sudah rapi Juan kemudian kembali ke tempatnya. Setibanya di tempat miliknya Juan mengabari kepada pria tadi bahwa orang-orang tersebut sudah ia bereskan. Pria tersebut tampak senang dan sangat amat berterima kasih pada Juan karena sudah mau membantunya. Pria tersebut kemudian pamit kepada Juan. Juan kemudian mengantar pria tersebut sampai di depan pintu. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN