Ditagih Uang Sewa Tempat

1019 Kata
"Sebaiknya kalian tinggal di sini untuk sementara waktu. Kalian tak harus pulang pergi dari rumah menuju ke sini. Kalian bisa tinggal di sini dan memakai kamarku. Aku akan mencari tempat untuk tidur di luar sini. Terlalu berbahaya untuk saat ini jika kalian sampai bolak-balik dari rumah ke sini. Aku hanya khawatir terjadu sesuatu yang tidak diinginkan dalam perjalanan menimpa kalian," ujar Juan meminta kedua temannya tinggal bersamanya untuk sementara waktu. "Kedengarannya itu ide yang bagus. Tapi kami tak bisa selamanya tinggal di sini. Kami tak ingin terlalu merepotkanmu. Terlebih, Arthur masih tinggal di sana. Kami tak bisa meninggalkannya sendirian. Kami harus tetap bersamanya agar bisa tahu kondisinya seperti apa," kata Sanchez. "Ya sudah kalau begitu s kalian bisa pulang seminggu sekali untuk melihat kondisinya Arthur. Kita tidak bisa meninggalkannya sendirian dalam keadaan seperti ini. Aku tetap mencemaskan keadaannya. Bahkan sampai hari ini aku masih berharap dia untuk datang kembali lagi ke sini dan menceritakan semuanya yang sedang ia alami. Jika kalian bisa berbicara dengan Arthur di rumah katakan saja kepadanya jika aku mencarinya. Katakan juga padanya kalau aku sudah memaafkannya dan ia bisa datang kembali lagi kesini kapanpun Ia mau." Diego tiba-tiba memotong percakapan mereka berdua. Karena ia melihat seseorang sedang berdiri di depan bar. Ia mengira bahwa orang tersebut adalah pelanggan yang sejak tadi menunggu tempat tersebut untuk buka. "Sepertinya kita harus membuka tempat ini. Sebab sudah ada orang yang menunggu sejak tadi di depan. Orang tersebut sepertinya bukan dari kelompok mereka, ia hanya orang yang biasa saja sepertinya memang pelanggan yang sedang menunggu tempat ini untuk buka," sela Diego memotong pembicaraan mereka berdua. Mendengar ucapan Diego, tujuan seketika mengalihkan perhatiannya ke arah luar. Ia mewaspadai jika yang datang bukan pelanggan melainkan kelompok dari mereka yang sedang menguping pembicaraan mereka bertiga. Dari dalam terlihat siluet bayangan dari orang tersebut, Juan segera menghampiri jendela. Ia hendak mengintip keluar memastikan orang yang datang bukan dari kalangan mafia. "Siapa yang datang? Apakah ia adalah orang yang berbahaya?" Tanya Diego kepada Juan yang sedang mengintip keluar. Ia Melihat dari balik jendela ternyata orang tersebut adalah pemilik tempat yang ia sewa. Ia lantas segera membukakan pintunya dan mempersilahkan orang tersebut untuk masuk. Ia menyambutnya dengan hangat dan mempersilakan nya untuk mencari tempat duduk. "Mohon maaf pasti anda sudah menunggu lama di luar. Aku dan Aku sedang mempersiapkan sebelum tempat ini buka. Jadi kami tidak menyadari kehadiranmu datang. Lagipula kenapa kau tidak memanggil dari luar dan hanya berdiri menunggu?" "Aku belum lama datang. Aku lihat pintunya masih tertutup. Aku kira orang yang ada di dalam belum bangun atau sudah melakukan persiapan. Pikirku tidak akan lama makanya aku menunggu di luar. Belum juga beberapa menit aku menunggu kau sudah membukakan pintu." "Apa yang membuat engkau datang ke tempat ini?" "Kau sudah beberapa bulan memakai tempat ini. Aku baru sempat datang ke sini untuk menarik sewanya. Aku harap kau tidak lupa dengan perjanjian kita di awal tentang harga sewa tempat ini." "Oh tentu! Aku sama sekali tidak melupakannya. Bahkan aku ingin membayar sewa tempat ini sudah sejak beberapa minggu yang lalu. Tapi aku bingung hendak membayar kemana. Untuk itu aku lebih baik menunggu kau datang sini memintanya. Tunggu sebentar ya biar aku ambilkan dulu uangnya." Juan berjalan menuju meja kasir untuk mengambil uang. Ia menghitung uangnya agar pas untuk membayar sewa beberapa bulan di tempat ini. "Siapa orang tersebut yang datang? Kenapa kau langsung menghitung uang dan hendak memberikan kepadanya? Apakah ia bagian dari mafia yang sedang meminta upeti padamu?" "Orang tersebut adalah pemilik tempat ini. Ia datang hendak menagih uang sewa tempat ini yang beberapa bulan belakangan belum aku bayar. Aku hendak membayarnya sudah sejak beberapa minggu yang lalu tetapi bingung hendak membayar kan kemana. Sebab aku tidak tahu dimana tempat tinggalnya. Yang tahu keberadaan orang tersebut hanya Arthur, sementara kalian tahu Artur. sudah tidak ada disini." Selesai menghitung jumlah uangnya ia kemudian memberikan uang tersebut kepada pemilik tempat itu. Juan membayarkan uang sewa selama beberapa bulan yang ia tunggak. Orang tersebut menerima dengan senyuman lebar. Ia merasa senang karena Juan menepati janjinya dan tidak menunggak bayarannya sama sekali. "Bagaimana usahamu di sini apa semuanya berjalan lancar? Maaf jika aku baru bisa datang untuk melihat. Ada beberapa kesibukan yang membuatku tidak memiliki waktu untuk menengok tempat ini. Kau benar-benar melakukan banyak perubahan di sini. Aku bahkan hanya mengenali tempat ini dari luar ketika masuk aku merasa tempat ini sudah banyak berubah." "Usahaku berjalan dengan lancar sejauh ini. Hanya saja ada beberapa kendala yang aku hadapi selama membuka usaha ditempat ini. Tapi kendala-kendala tersebut masih bisa diatasi tidak terlalu menjadi masalah yang berarti." "Apakah yang kau maksud sebagai kendala adalah gangguan dari para mafia dan oknum polisi korup yang ada di sini?" "Kira-kira begitu. Tepat seperti dugaan anda. Tapi mereka semua masih bisa diatasi. Meskipun terkesan kadangkala agak mengganggu. Kehadiran mereka cukup membuat pelanggan ku risih." "Aku pun tidak bisa berbuat banyak untuk menangani mereka. Kehadiran mereka menjadi salah satu alasan kenapa tempat ini jarang menemukan orang yang mau menyewa. Rata-rata dari mereka yang menyewa tempat ini ini hanya bisa bertahan satu atau dua bulan. Mereka tidak ada masalah dengan tempat ini tapi dengan beberapa orang-orang yang membuat masalah yang datang. Menjadikan para penyewa memilih untuk pergi dari tempat ini." "Aku pun tidak merasa masalah dengan tempat ini. Aku bakal merasa lebih nyaman ketika tinggal di tempat ini. Hanya saja memang para mafia dan orang-orang yang membuat kegaduhan itu datang terus-menerus. Bahkan dalam satu bulan ini dua atau tiga kali mereka datang ke tempat ini. Seandainya saja aku tidak kerasan di tempat ini mungkin saja aku akan pindah juga seperti para pendahulu ku yang menyewa tempat ini," ujar Juan mengutarakan keluh kesahnya. "Semoga saja kau lebih kerasan di sini. Aku yakin kau sudah menemukan cara untuk mengatasi mereka. Aku hanya bisa berharap dan berdoa yang terbaik untuk tempat ini dan dirimu. Terima kasih banyak kalau sudah membayar uang sewa nya. Aku tidak memiliki banyak waktu lagi aku harus segera pergi. Aku permisi," pamit pemilik tempat tersebut. Juan mengantar pemilik tempat tersebut sampai di depan pintu. Ia sekalian membalik tanda tutup menjadi buka. Sebagai tanda kalau tempat tersebut sudah buka dan siap menerima tamu yang datang. Bersambung
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN