Di Gereja, Marel dan Janis sudah menghadap ke altar dan sudah ada pendeta yang akan memberkati mereka berdua, Janis menoleh ke kanan dan ke kiri karena dia merasa aneh mengapa tidak ada gangguan seperti dalam bayangannya saat menuju ke altar ini. Karena disaat ini dia tidak terlalu berharap menjadi seorang istri dari teman kecilnya yang tidak menganggapnya ada, Janis berkeringat dalam hati dia berharap ada sesuatu yang membuat pernikahannya gagal. Begitu juga Marel yang selalu berdoa jika Felove datang untuk menggagalkan pernikahannya. Tibala saatnya pendeta mengucapkan kalimat pemberkatan, Marel membuka matanya sesaat setelah berdoa. Betapa terkejutnya dia, ketika Pendeta bergumam, telinga marel tidak jelas mendengar, pandangan matanya berputar dan pusing dikepalanya kembali lagi. Marel t

