Kakek menahan Mr. Park mengikuti mereka berdua, “Biarkan mereka merasa dekat, mereka sudah lama tidak seakrab ini, aku sangat bahagia.” Tiba-tiba Kakek merasa perutnya sangat sakit. “Aww!” Kakek mencoba menahannya. “Tuan, apa tuan baik-baik saja?” tanya Mr. Park. “Antarkan aku ke kamar, ada banyak hal yang harus ku ceritakan kepadamu!” Kakek memegangi perutnya. “Baik Tuan,” Mr. Park menuntun kakek untuk sampai ke kamarnya. Gedi membantu Lusi untuk meletakkan s**u hangat untuk kakaknya, “Ini s**u hangat, apa kamu ingin meminumnya?” “Letakkan saja di meja!” jawab Marel yang masih menatap ke depan. Gedi menemani Marel untuk duduk di sofa. “Sudah lama kita tidak berbicara seakrab ini, aku sangat merindukanmu. Aku sangat menyayangimu, walaupun aku tidak memperhatikanmu,” ucap Marel sam

