Sakit untuk Cinta 1

1167 Kata

“Aku sangat kasian dengan gadis itu,” komentar kakek sambil melihat Felove yang terpaku karena diabaikan oleh Marel. “Saya juga begitu, Tuan. Hari bahagia ini adalah miliknya tapi dia harus menerima kenyataan pahit setelah ini,” ungkapn Mr. Park ikut berpendapat. “Aku melihat gadis itu, memang mencintai cucuku. Apa kamu melihatnya juga?” tanya kakek meminta pendapat. “Iya, Tuan. Saya juga melihatnya.” Jawab Mr. Park. “Baiklah, kita akan menunggu apa yang terjadi.” Kata kakek mengakhiri pembicaraan. Acara launching segera dimulai. Perasaan Felove sedikit gusar karena sikap Marel yang mengabaikannya tadi, MC telah menyuruhnya naik ke atas panggung. Felove tampak tersenyum sembari menyembunyikan segala kegelisahan yang ada dibenaknya saat ini. Launching produk banana coffee akhirnya dimu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN