Bersaing 4

1277 Kata

“Kak, kok malah bengong sih,”  “Ada, tapi itu rahasia.” Zen tersenyum. “Rahasia? Kak, kamu membuatku penasaran.” Felove mengambil kaca mata hitam dari dalam tasnya lalu memakainya. “Sudah sejak lama kita nggak ketemu, kamu semakin cantik ya, Fe?” Puji Zen yang membuat Felove menoleh. “Cantik? Tumben pagi-pagi gini ada pria yang memujiku, biasanya mereka tidak melihatku, karena masih banyak wanita cantik diluar sana. Tapi terimakasih, kak.” Felove kembali menghiasi wajahnya dengan senyuman. “Kamu terlalu merendah,” Tiba-tiba ada seorang pria berlari mendekat dengan sangat terburu-buru, dia akan menabrak Felove yang masih berdiri di sebelah Zen. Zen melihat pria itu, sontak dia menarik Felove ke pelukannya lalu menjatuhkan diri ke pasir untuk menghindari pria itu. Zen yang terbaring di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN