“Bercanda,” Zen mengubah obrolan yang hampir serius itu. “Oh, iya, kak,” Felove menghentikan beberapa pikiran dikepalanya. Marel semakin kesal dengan menghabiskan cemilan yang cukup banyak di mulutnya, dia yang terpaksa memakai topi pantai yang besar milik seorang wanita, untuk menutupi keberadaannya yang tidak di harapkan saat membuntuti Felove. Kenapa mereka akrap sekali?Harus banget bercanda seperti itu?Aku akan mengawasi kalian, jangan sampai ada hal yang membuat kalian lebih dekat! Marel memasukkan cemilan lagi ke dalam mulutnya. Felove dan Zen puas bermain air laut, mereka saling mendorong bahkan saling mendekap. Marel tidak tahan dengan pemandangan itu. Perlahan dia mendekat mengambil ember anak kecil, yang disogoknya dengan permen, entah hal konyol apa yang terpikirkan oleh Mar

