Marel menunjukkan sikapnya masih sebagai CEO yang buta, hanya saja dia tidak selalu mengandalkan Mr. Park untuk menunjukkan jalan lagi seperti sebelumnya. Marel menunjukkan dimana Felove bisa mulai bekerja dan dia di beri sebuah ruangan sebagai kantornya. Saat masuk ke dalam ruangan besar itu, Felove berkeliling sebentar sembari melihat-lihat lukisan dan meja yang akan dia gunakan setiap hari. Aku merasa punya kedudukan penting disini! Felove berkeliling dengan sangat hati-hati. Marel menutup pintu ruangan itu, sedangkan Mr. Park membiarkan mereka berdua di dalam. Marel memperhatikan Felove yang terpesona dengan isi ruangan itu, Felove masih belum stabil memakai sepatu high heelshya dan Marel melihat luka di tumit Felove, saat Felove berjinjit untuk membetulkan lukisan yang sedikit miri

