. Telepon itu diakhiri, Mr. Park hanya pamit kepada kakek untuk menemui Marel tanpa memberitahukan kepadanya jika Marel dalam keadaan Mabuk. “Tuan, saya berangkat untuk menemui Marel!” “Baiklah, kabari aku jika sudah bertemu dengannya!” kata kakek sambil mengambil kaca matanya dimeja. Mr. Park hanya mengangguk lalu pergi meninggalkan kediaman kakek. Sepuluh menit kemudian, Mr. Park sampai di Cafe M, dia cukup terkejut melihat Marel sudah tidak berdaya bersandar di meja bar. Ada apa lagi dengan anak ini?Mr. Park memapahnya menuju ke mobil. Dia menyandarkan Marel di kursi belakang lalu membawanya ke apartement. Selama perjalanan di mobil Marel terus menerus mengucapkan kalimat yang sama “Aku harus melupakan Felove!” Mr. Park menyimpulkan ada sesuatu yang terjadi padanya hari ini. Setela

