“Silahkan dilaksanakan, Tuan! tapi jika pernikahan itu gagal sekalipun, saya yakin Marel akan tetap menikah walaupun sedikit tertunda,” “Aku mengerti, apakah rasa sakit suatu hari akan menyadarkan Marel dan Felove?” “Sepertinya Tuan cukup paham dengan apa yang saya bicarakan, saya akan mengabari tuan secepatnya!” Mr. Park tersenyum dan menunduk memberikan rasa hormat kepada kakek. “Baiklah, aku tunggu!” Kakek juga ikut tersenyum sambil memainkan janggutnya, Dasar kisah cinta dimasa muda, memang seharusnya begitu. “hahaha ...” kakek tertawa. *** Setelah menyelesaikan kuliahnya, seperti biasa Felove akan pergi ke kantor untuk melihat proses produksi karena sebentar lagi akan launching produk banana coffee-nya. Entah mengapa, dia begitu berharap bertemu dengan Marel disana. Kemudian, s

