Setelah pintu lift terbuka, tanda mereka sudah sampai di lantai satu. Pria bertubuh gemuk dan pria berbaju preman keluar duluan. "Apa segitu tampannya aku, sampai kamu tidak berkedip?"Marel membuyarkan lamunan Felove. "Hah, apa kamu bilang?tampan? jangan berhalusinasi di pagi hari, aku ingin muntah mendengarnya! Felove berjalan duluan," Felove memperbaiki blazer dan roknya yang sedikit keatas. Kenapa aku semakin terpesona melihatnya?Marel mengikuti Felove dari belakang. Mobil sudah terparkir di depan, bersama supir dan Mr. Park yang sudah turun untuk membukakan pintu mobil untuk Marel. "Sepertinya wajahmu sangat cerah,"Sapa Mr. Park sambil membukakan pintu untuknya. Marel hanya tersenyum lalu masuk ke dalam mobil, Felove juga sudah masuk ke dalam mobilnya yang terparkir tepat dibelak

