Tidak Berselera

1871 Kata

Setelah berada di satu meja, Zen, Felove dan Hasle bercengkrama begitu asik. Felove sedikit mengenang masa SMA-nya dengan Zen, mereka sangat cepat akrap. Zen merasa semakin dalam perasaannya terhadap Felove karena Felove sekarang terlihat dewasa dan terlihat sangat cantik, beberapa kali Zen memandang intens wajah Felove membuat Hasle mengerti, jika pria itu menyukai sahabatnya. Tidak mungkin, tatapan mata itu biasa saja. Itu adalah tatapan rasa rindu dan sayang. Tunggu! Bagaimana pria yang datang waktu itu dan memberi bunga kepada Felove? sepertinya akan ada cinta segitiga disini, ah sudahlah, biarkan waktu yang menjawab semuanya. Kenapa aku jadi ikut mikir? Hasle membuyarkan pikirannya sendiri. Hari itu kuliah sudah selesai, mereka bertiga berjalan ke arah gerbang.  "Fe, Zen aku pulang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN