BAB 25 “Jika itu rerepihan, biarkan aku menyisihkan. Jika itu keretakan biarkan aku merekatkan. SEUSAI menunaikan sholat subhu, Adrian langsung bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, hari ini dengan penuh semangat ia berpakaian serapi dan seharum mungkin, lelaki itu tersenyum senang, lalu ia menatap bekal yang sudah ia siapkan sepenuh hati, yaitu nasi goreng spesial dengan saos yang di ukir dengan bentuk love. Adrian tersenyum manis. “Good morning, My Queen.” Langsung ia sambar kunci motornya yang berada di atas nakas, setelah merasa matahari sedikit demi sedikit mulai menampakkan diri, Adrian-pun berangkat menuju sekolah, sebelum berangkat ia bersalaman terlebih dahulu dengan Ardhan dan juga Andine ibunya. “Ma, Adrian berangkat dulu ya! Papa, Adrian pergi!” Lalu ia langsung berlari

